7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji




Kota Makkah identik dengan Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka'bah Al Musyarrafah, Masjidil Haram merupakan masjid utama umat Islam. Pahala shalat didalamnya setara dengan 100.000 shalat. Namun selain Masjidil Haram di Makkah juga terdapat masjid lainnya.

Setidaknya ada 7 masjid terkenal lain yang tersebar di beberapa sudut Kota Mekkah yang wajib diketahui oleh setiap jamaah haji. Masjid-masjid ini sering dikunjungi para jamaah yang sedang berhaji atau berumroh. Apa saja masjid-masjid itu dan latar belakang sejarahnya? Berikut adalah ulasannya.

1. Masjid Al Khaif

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Al Khaif


Masjid ini berada di kawasan Mina. Dinamakan Khaif karena terletak di tepi turunan bukit yang keras dan di atas tempat turunnya air. Al Khaif dalam bahasa Arab berarti tempat naik dan turun permukaan gunung.

Masjid Al Khaif ini terletak di sebelah selatan bukit Mina, tidak jauh dari tempat melempar jumrah shughra dan kerap dikunjungi jamaah haji dari seluruh pelosok dunia. Mereka menytempatkan diri untuk shalat karena masjid ini memiliki keistimewaan.

Rasulullah SAW bersabda, "Telah salat di Masjid Khaif 70 nabi, di atara mereka Nabi Musa AS, seolah-olah aku melihatnya memakai dua pakaian ihram terbuat dari katun, ia berihram di atas unta." (HR al-Mundhiri di kitab al-Targhib wa al Tarhib)

Masjid Khaif merupakan tempat shalat Rasulullah SAW selama bermalam di Mina, dan telah ditentukan tempatnya saat beliau singgah di masjid tersebut. Tempat shalat Nabi SAW dulu sebelum direnovasi sangat populer dan diketahui yaitu di kubah yang letaknya di tengah masjid.

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Al Khaif Sekarang Ini


Syeikh Al Azraqi meriwayatkan dari kakeknya dari Abdul Majid dari Ibnu Juraij dari Ismail bin Umayah, sesungguhnya Khalid bin Madhras mengabarkan bahwa ia melihat beberapa orang tua dari kabilah al Anshar mencari tempat shalat Rasulullah SAW di Masjid Khaif di muka menara masjid.

2. Masjid Jin

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Jin


Masjid ini menjadi saksi bisu ketika sekumpulan jin memutuskan hijrah dan memeluk agama Islam. Kisah jin yang memeluk Islam bermula ketika Rasulullah SAW sedang melafazkan Al Qur'an di dalam masjid. Mendengar suara Rasulullah SAW yang sangat merdu, para jin pun mendekat. Mereka lalu menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW.

3. Masjid Asy Syajarah

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Asy Syajarah


Masjid ini berarti Masjid Pohon, Dinisbatkan kepada sebuah pohon yang letaknya bersampingan dengan Masjid Jin, kurang lebih 2 km dari Masjidil Haram. Diriwayatkan bahwa di tempat tersebut Nabi Muhammad SAW pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu lalu datang memenuhi panggilan tersebut.

Pohon itu mendekat ke Rasulullah lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut dari tanah, lalu berhenti di hadapan Nabi SAW. Setelah selesai urusan Nabi SAW, pohon itu diperintahkan untuk kembali ke tempatnya semula.

4. Masjid Ijabah

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Ijabah


Masjid ini mempunyai nilai dalam sejarah Makkah, terletak di sekitar daerah al-Ma’abdah, di lembah perkampungan keluarga Qunfudh. Daerah ini terletak di sebelah kiri kalau kita dari Masjidil Haram menuju Mina. Di tempat ini Rasulallah saw pernah mendirikan solat, dan dibangun bekas tempat solat Nabi saw sebuah masjid sebelum tahun 3 H.

Dulu masjid ini tidak terawat, sangat rusak, tembok bagian depan hampir roboh. Di muka tembok masjid terdapat pelang terbuat dari batu kuno, terukir nama masjid Ijabah. Kemudian masjid ini dipugar pada tahun 720 H. panjang masjid dari tembok mihrab ke tembok depan kurang lebih 18 hasta dan lebarnya juga sama 18 hasta. Sekarang masjid itu setelah dipugar ulang mejadi masjid yang cukup mewah.

5. Masjid Namirah

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Namirah


Masjid ini berada di Arafah dan wadi Uranah. Di masjid ini Rasulullah pernah singgah sebelum melakukan wukuf di Arafah.

Di sini pula Rasulullah SAW berkhutbah. Tempat khutbah Rasulullah SAW inilah yang kemudian dibangun Masjid Namirah pada pertengan abad kedua oleh penguasa Abbasiyah dan diberi nama Namirah. Penamaan nama ini karena letaknya berdekatan dengan bukit kecil yang berada di sebelah barat Masjid. Bukit itu bernama Namirah.

Sebagian Masjid Namirah yang mengarah ke timur terletak di Wadi Uranah. Tempat ini tidak termasuk Arafah dan Rasulullah melarang berwukuf di tempat itu, sesuai sabda Rasulullah SAW saat haji wada, "Aku berwukuf di sini, dan Arafat seluruhnya tempat wukuf, kecuali wadi Uranah."

Wadi itu sangat dekat dengan Arafah. Adapun masjid yang mengarah ke barat masuk dalam wilayah Arafah. Masjid Namirah saat ini berukuran sangat besar, kurang lebih 8.000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara, dan memuat 350 orang untuk salat di dalamnya.

Masjid Namirah juga dikenal dengan julukan masjid Ibrahim atau masjid Arafah. Setelah perluasan masjid ini terbagi menjadi dua, sebelah muka tidak termasuk Arafah dan sebelah belakang termasuk bagian dari Arafah. Di bagian muka dan belakang masjid Namirah ada papan penunjuk arah yang menuju Arafah dan bukan Arafah.

6. Masjid Al Bai'at

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Al Bai'at


Masjid ini terletak di Mina, 7 km dari Makkah, berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi jumroh Aqabah. Masjid ini memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan Islam. Di tempat ini Rasulullah SAW menerima bai'at 12 orang laki-laki dari kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah.

Mereka bertemu dengan Rasulullah di Aqabah dan menggelar bai'at untuk beriman kepada Allah SWT dan RasulNya, tidak mempersekutukan-Nya, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Bai'at ini dinamakan Bai'at Aqabah pertama di tahun 12 Hijriyah.

Di tempat yang sama pada tahun 13 Hijriyah, misi dari kota Yatsrib (kini Madinah) datang kembali, terdiri dari 73 laki-laki dan dua wanita. Mereka menghubungi Rasullah untuk bertemu di Aqabah. Rasulullah yang datang bersama pamannya Abbas menggelar bai'at yang kedua di Aqabah. Di sini terjadi kesepakatan untuk melindungi Rasulullah SAW jika berhijrah ke Madinah, memerangi orang yang memerangi mereka dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan mereka.

Rasulullah SAW kemudian meminta kepada misi dari Yastrib ini untuk memilih 12 di antara mereka untuk berbai'at dengan apa-apa yang telah disepakati. Kemudian dipilihlah sembilan orang dari kaum Khazraj dan tiga orang dari kaum Aus. Bai'at ini dinamakan Bai'at Al Aqabah kedua.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini di tempat bai'at tersebut kemudian dibangun sebuah masjid yang sekarang terkenal dengan nama masjid Bai'at. Masjid ini sempat dibongkar untuk perluasan jalan menuju jamarat. Namun sisa bangunannya masih bisa dikunjungi. Bentuknya tidak seberapa luas, dan tidak beratap.

7. Masjid Ji’ranah

7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji
Masjid Ji’ranah


Disebut Ji’ranah atau penduduk Makkah menyebutnya Ju’ranah, berasal dari nama sebuah perkampungan kecil yang berdekatan dengan Masjidil Haram, terletak di lembah atau wadi Saraf sebelah selatan ke arah Makkah. Di desa ini tedapat sebuah masjid yang dikenal dengan nama masjid Ji’ranah. Masjid ini selalu digunakan penduduk Makkah untuk melakukan ihram saat umrah atau haji. Desa Ji’ranah merupakan perbatasan kota Haram dari selatan Makkah ke arah Thaif. Rasulallah saw pernah singgah di tempat ini sepulangnya dari perang Hunain dan sempat membagikan harta rampasan perang di sana.

Karena Ji’ronah merupakan tanda batas haram, maka dari sanalah Rasulallah saw berihram untuk melakukan umrahnya yang ke tiga kalinya. Ibdu Abbas meriwayatkan bahwa bahwa Rasulallah saw melakukan umrah selama hidupnya sebanyak 4 kali, pertama umrah Hudaibiyah, kedua umrah Qadha’, ketiga umrah yang dilakukanya dari Ji’ranah sepulangnya dari perang Hunain, keempat umrah pada saat melakukan haji wada’. Dan tempat dimana Rasulallah saw melakukan umrah dari Ji’ranah dibangun sebuah masjid yang diberi nama dengan nama ”Masjid Ji’ranah”.

Ji’ronah merupakan tempat miqat umrah yang paling afdhal bagi penduduk Makkah, ini menurut kebanyakan pendapat para ulama. Rasulallah saw sendiri melakukan umrah dari ji’ranah. Beliau bermukim di sana selama 13 hari dan berihram dari sana.

Masjid Ji’ronah sangat populer sekali di kalangan kamu muslimin baik bagi penduduk Makkah atau luar Makkah. Masjid ini telah dipugar berkali kali dari zaman ke zaman sepanjang sejarah. Kemudian pada pemerintahan Saudi dibangun masjid besar bersebelahan dengan masjid yang lama yang tidak terpisahkan.

Baca Juga:




Demikian 7 Masjid Lain di Makkah yang Wajib Diketahui Setiap Jamaah Haji, Semoga bermanfaat untuk pembaca semuanya.

(Sumber: Buku Misteri Kota Makkah dan Madinah)