Satu Ayat Al Quran Ini Bisa Membuat Korea Selatan Menjadi Negara Maju




Al Qur'an adalah kitab penuh mu'jizat. Ia bukan hanya membawa kebaikan di akhirat, namun juga membawa kebaikan di dunia.

Siapa yang mengikuti Al Qur'an untuk kebaikan akhirat dengan landasan iman, pasti surga balasannya. Siapa yang mengamalkan Al Qur'an untuk kebaikan dunia, insya Allah hasilnya juga akan langsung terlihat di dunia. Dan siapa yang mengikuti Al Qur'an seluruhnya, niscaya akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus.

Satu Ayat Al Quran Ini Bisa Membuat Korea Selatan Menjadi Negara Maju
Seoul, ibukota Korea Selatan (Telegraph)


Tahukah Anda jika kemajuan negara Korea Selatan menjadi maju ternyata terinspirasi dari satu ayat Al Qur'an. Cerita ini sebenarnya sudah lama beredar di media sosial.

Suatu ketika seorang menteri negeri jiran menerima seorang menteri sejawat dari Korea Selatan. Saat berjalan menuju ruang tamu, sang menteri Korea melihat sebuah 'hiasan' pigura yang indah menempel. “Maaf, Itu Lukisan Apa Ya?,” tanyanya.

Sohibul Bait alias Tuan rumah kemudian menerangkan bahwa itu bukan lukisan melainkan sebuah kaligrafi dari Al Qur'an yang berbunyi: 'Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi 'anfusihim.'

“Apa artinya?”

“Sesungguhnya Allah (God) tidak akan mengubah sebuah kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada dirinya”

Menteri Korea ini kemudian terpana dan manggut-manggut.

Beberapa tahun berselang, menteri negeri jiran ini mendapat undangan sang sahabat Korea-nya untuk berkunjung ke negeri gingseng tersebut.

Menteri negeri jiran sangat terkejut dengan perkembangan Korea Selatan yang luar biasa. Di mana sang kolega waktu itu sudah menjabat sebagai perdana menteri.

Menteri jiran bertanya apa rahasia di balik Korea Selatan yang bisa berkembang maju sampai seperti ini. Sang Perdana Menteri mengatakan bahwa dirinya terinspirasi oleh 'Satu Ayat Al Quran' yang dilihatnya saat berkunjung ke Malaysia beberapa tahun silam.

Dia menerapkan ujaran kaligrafi yang luar biasa itu dengan menumbuhkan kembali semangat Hwarang yakni amanah, berani, disiplin, rajin dan setia untuk menrubah pribadi dan karakter semua pegawai pemerintahan Korea Selatan di segala lini sehingga negaranya bisa menjadi maju seperti sekarang ini.

Sang menteri jiran kemudian bergumam: “Non muslim mengaplikasikan satu ayat dalam Al Qur'an dengan sungguh-sungguh hasilnya sangat menakjubkan. Sementara kaum muslim sendiri banyak yang membahas ayat-ayat dalam Al Qur'an dengan penuh perdebatan yang sayang nyaris nihil implementasi…”

Kisah nyata dari Tan Sri Junaid Sanusi... Wallahu A'lam.