Mendamba Suami Wanita Lain, Bagaimana Hukumnya?




Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Ustadz, maaf mau nanya, bagaimana hukumnya jika seorang istri yang mendamba suami wanita lain? Di hati ada pria lain, dan dia bersedia untuk menikahi. Bagaimana hukumnya jika meminta cerai pada suami?

Mendamba Suami Wanita Lain, Bagaimana Hukumnya?


Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, 

Pertama, Diantara ciri-ciri lelaki yang baik, dia bukan tipe orang yang suka tebar pesona, menggoda banyak wanita. Apalagi sampai mengganggu rumah tangga orang lain. Menarik perhatian istri orang lain, membuka peluang untuk menikah dengannya.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman keras bagi lelaki yang suka menarik perhatian istri orang lain, hingga merusak hubungan keluarga mereka. Dalam hadits, mereka disebut Khabbab, perbuatannya disebut takhbib.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad)

Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib dengan pernyataan,

إفساد قلب المرأة على زوجها

Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209)

Seandainya lelaki yang diidamkan itu adalah orang shaleh, tentu dia tidak akan mengganggu keluarga orang lain. Lelaki semacam ini tidak bisa dipercaya. Bisa jadi, setelah dia menikah dengan anda, dia akan mencari mangsa yang lain, dengan mengganggu istri orang lain.

Kedua, Gugat cerai yang dilakukan wanita tanpa sebab, itu merupakan dosa besar.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut istri seperti ini sebagai wanita munafik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُنْتَزِعَاتُ وَالْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ

Para wanita yang berusaha melepaskan dirinya dari suaminya, yang suka khulu’ (menggugat cerai) suaminya, mereka itulah para wanita munafiq.” (HR. Nasa’i)

Al-Munawi menjelaskan hadits di atas,

أي اللاتي يبذلن العوض على فراق الزوج بلا عذر شرعي

Yaitu para wanita yang mengeluarkan biaya untuk berpisah dari suaminya tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.

Beliau juga menjelaskan makna munafiq seperti berikut,

نفاقاً عملياً والمراد الزجر والتهويل فيكره للمرأة طلب الطلاق بلا عذر شرعي

Munafiq amali (munafiq kecil). Maksudnya adalah sebagai larangan keras dan ancaman. Karena itu, sangat dibenci bagi wanita meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.’ (At-Taisiir bi Syarh al-Jaami’ as-Shogiir, 1:607)

Dalam riwayat lain, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ؛ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan ancaman yang sangat keras bagi seorang wanita yang meminta perceraian tanpa ada sebab yang diizinkan oleh syariat.

Dalam Aunul Ma’bud, Syarh sunan Abu Dawud dijelaskan makna ‘tanpa kondisi mendesak’,

أي لغير شدة تلجئها إلى سؤال المفارقة

Yaitu tanpa ada kondisi mendesak memaksanya untuk meminta cerai…” (Aunul Ma’bud, 6:220)

Ketiga, Syukuri keberadaan suami shaleh di tengah anda

Betapa banyak wanita yang merasa keluarganya seperti neraka. Kami tidak bisa menghitung berapa jumlah email yang masuk ke redaksi, isinya curhat para istri yang suaminya keras kepala, ibarat setan berkepala manusia. Kasar, keras, dan ucapannya serba menyakitkan.

Anda yang diberi oleh Allah suami yang baik, bisa menjadi pemimpin keluarga yang baik, seharusnya sangat bersyukur, karena ini anugrah besar dari Allah untuk anda.

Di sini kita di dunia. Semua serba ada kekurangannya. Karena lelaki dunia bukan malaikat, dan wanita dunia juga bukan bidadari.
Wallahu A’lam.




loading...

close ini