Maki Orang Tua Dan Gunakan Narkoba, Pria Ini Mati Membusuk Dan Mengeluarkan Air Mata




Maki Orang Tua Dan Gunakan Narkoba, Pria Ini Mati Membusuk Dan Mengeluarkan Air Mata
Ilustrasi
Maki Orang Tua Dan Gunakan Narkoba, Pria Ini Mati Membusuk Dan Mengeluarkan Air Mata

Sungguh adzab yang Allah berikan bagi anak yang durhaka kepada orang tuanya tak hanya akan dibalas di akhirat, namun di dunia pun sudah diperlihatkan dengan jelas. Hal ini tentu saja menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi umat islam lainnya agar tidak mendurhakai Allah, RasulNya maupun orang tua.

Salah satu yang mengalami adzab di dunia dialami oleh joko (bukan nama sebenarnya) yang berumur 28 tahun. Lantaran sering mencaci maki orang tua kandungnya dan juga menggunakan narkoba, ia pun terkena penyakit HIV hingga ajal menjemput. Jasadnya berbau busuk dan meneteskan air mata seperti menangis.

Salah seorang tetangganya bernama Mulyani menuturkan bahwa dahulu Joko merupakan sosok yang baik dan menjadi panutan para pemuda lain. Hal ini terjadi ketika dirinya belum menggunakan narkoba. Akan tetapi kini joko justru kerap kali berkelahi dengan ayahnya sendiri lantaran terpengaruh obat-obatan tersebut.

Joko sendiri merupakan atlet kick boxing yang telah menjuarai berbagai kompetisi. Karena pergaulannya yang salah, ia pun terjerumus dalam lingkaran narkoba.

“Dia pernah ditangkap polisi di rumahnya gara-gara terlibat narkoba. Sejak saat itulah warga tahu jika ternyata dia pengedar dan pemakai narkoba,” ucap Mulyani.

Keangkuhan Joko nampak terasa setelah ia menjuarai kompetisi kick boxing di salah satu televisi tahun 1997. Atas sikapnya tersebut, banyak warga yang tidak suka terhadap dirinya. Bahkan Joko pernah berkelahi dengan tetangganya sendiri yang bernama Wahyudi karena perkara sepele. Tapi karena bela diri Joko lebih baik, akhirnya Wahyudi pun kalah dan bercucuran darah.

Tak hanya Wahyudi, tetangga yang lain juga mengalami konflik dengan Joko dan hampir terjadi pembunuhan karena Joko saat itu membawa pisau. Namun beruntung anak sang tetangga beserta warga lain bisa melerai keadaan dan memaksa ayahnya untuk segera pulang agar tidak terjadi penikaman.

Kelakuannya tersebut memang sangat berubah semenjak keluar dari penjara Kalisosok Surabaya sekitar dua tahun yang lalu. Bisa dikatakan Joko berubah menjadi seorang preman di kampungnya sendiri.

Namun semenjak beberapa bulan terakhir, Joko tak pernah terlihat keluar rumah. Ketika ditanyakan kepada keluarganya, ternyata ia mengalami sakit yang sangat aneh.

"Tubuhnya itu kurus, kulitnya dipenuhi jamur kecokelatan. Saat saya hendak melihatnya dari dekat, ayahnya melarang saya untuk masuk. Jadi saya hanya melihat dari luar pintu. Ayahnya bilang kalau Joko sakit ginjal,” ucap Tarno.

Di tahun 2008, ia keluar dari rumah sakit dan sejumlah organ tubuh dinyatakan rusak oleh pihak kedokteran. Beberapa diantaranya adalah ginjal, paru-paru, jantung dan liver akibat pemakaian narkoba. Pada akhirnya seorang dokter menetapkan bahwa Joko terkena penyakit AIDS.

Setelah beberapa bulan, kesehatan Joko semakin memburuk hingga ajal pun menemuinya. Tubuhnya mendadak berbau busuk sehingga para warga enggan untuk memandikannya. Meski telah diguyur dengan minyak wangi, tetap saja aroma jasadnya sangat bau.

Selain itu ketika akan dikafani, matanya mengeluarkan air seakan tengah menangis. Warga pun keheranan penuh tanda tanya.

“Saya sendiri juga kaget, orang sudah mati kok nangis. Apa mungkin ia merasa menyesal? Sampai kedua orang tuanya tak kuasa menahan air matanya pula,” pungkas Tarno.

Baca Juga:


Semoga kisah tersebut menyadarkan kita untuk senantiasa jauh dari narkoba maupun pergaulan yang salah. Kita pun diingatkan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua dan membahagiakan keduanya. Wallahu A’lam




loading...