Lelaki Buta Ini Jadi Hafidz 30 Juz, Muadzin Dan Pengisi Pengajian




Lelaki Buta Ini Jadi Hafidz 30 Juz, Muadzin Dan Pengisi Pengajian
Muhammad Zuhdi (Foto: Radar Banyumas)
Lelaki Buta Ini Jadi Hafidz 30 Juz, Muadzin Dan Pengisi Pengajian

Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi sebagian umat islam untuk belajar agama. Itu juga yang nampak dari sosok bernama Muhammad Zuhdi. Pria yang mengalami gangguan penglihatan sejak berusia 7 tahun ini rajin mempelajari Al Qur’an hingga menjadi seorang hafidz.

Tak hanya itu saja, ia juga kerap kali mengisi acara pengajian dan hajatan. Memang Zuhdi merupakan sosok yang tidak malu akan keadaannya sehingga ia tidak segan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Sejak remaja, Zuhdi mulai merasa perlunya belajar menghafal Al Qur’an guna digunakan dalam shalat sehari-hari. Ia pun kemudian menekuni hafalan Juz Amma di salah satu pengajian di desanya yang berada di Desa Karang Nangka, Kedung Banteng.

Hidup dengan keterbatasan fisik tidak mematahkan semangat Zuhdi untuk terus mendalami agama, hingga akhirnya ia pun memilih masuk ke pondok pesantren Benda, Sirampog, Brebes dan belajar sekitar 2 tahun.

Selama di pesantren, Zuhdi dengan penuh konsentrasi mendengarkan apa yang diucapkan gurunya saat itu. Berkat ketekunannya, ia pun bisa hafal 30 juz Al Qur’an dan mengajarkannya kepada yang lain.

“Setelah itu, saya sempat berkeliling dan mengajar Al Qur’an,” ungkapnya

Guna memudahkan pembelajaran, Zuhdi memiliki cara yang unik yakni dengan melagukannya sehingga muridnya pun dengan cepat dapat menirukan ucapannya. Diungkapkannya, dengan metode tersebut hafalan akan lebih mudah diingat dan tidak mudah lupa.

Meski sudah hafal 30 juz, Zuhdi tetap bersikap terbuka untuk terus belajar. Salah satunya adalah dengan mendapatkan kepercayaan untuk mengisi pengajian maupun memberikan wejangan dalam hajatan.

“Senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman, saya harap apa yang saya sampaikan bisa dipetik hikmah dan manfaatnya bagi banyak orang,” ucap Zuhdi penuh harap.

Lelaki yang memiliki istri dan seorang anak ini pun kini mendapatkan kepercayaan untuk menjadi muadzin tetap di Masjid Al Istiqomah Kauman Lama. Berawal dari ketertarikan pendiri Masjid Al Istiqomah ketika Zuhdi adzan, ia pun ditawari menjadi muadzin tetap dan mendapatkan rezeki di sana.

“Setelah Ramadhan, saya masih diminta untuk menjadi muadzin, tapi saat itu saya masih ingin belajar Al Qur’an,” pungkas peraih juara Qiroah tingkat Provinsi tersebut.

Baca Juga:


Semoga Allah memudahkan Zuhdi dan keluarga kecilnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Aamiin