Lebaran Jangan Jadi Ajang 'Balas Dendam'




Lebaran Idul Fitri kerap dijadikan sebagian orang untuk ajang balas dendam makan apa saja bagi mereka yang sudah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Karena balas dendam untuk memakan apapun yang diinginkan bisa membuat kondisi kesehatan tak stabil.

Lebaran Jangan Jadi Ajang 'Balas Dendam'
Ilustrasi


Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Luchyati. ia mengimbau agar masyarakat tidak menjadikan lebaran untuk menyantap apapun yang diingini atau dijadikan sebagai ajang balas dendam menyantap segala makanan meski pada momen lebaran ada banyak makanan lezat untuk disantap.

"Boleh makan, namun jangan terlalu nafsu. Nanti perut bisa kaget. Hari lebaran bukan momen untuk balas dendam, tetapi sebagai hari kemenangan selama sebulan penuh menjalani puasa," ujar Alma, Senin (4/7).

Alma menambahkan, sebaiknya membatasi makanan yang dikonsumsi saat hari raya lebaran. Hal tersebut sebagai batasan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya saja, perut begah karena kebanyakan makan atau malah jadi Anda terkena diare.

"Lebaran itu biasanya makanannya mengandung santan, juga pedas. Makanan yang dikonsumsi juga sayuran yang dihangatkan dari kemarin jadi perut pasti akan menyesuaikan. Kalau makannya langsung banyak, nanti bisa kontraksi perutnya. Perutnya enggak akan kuat nampung," jelasnya.

Untuk menghindari terjadinya diare, ataupun kram usus, sebaiknya hindari minuman dingin dan lebih memilih untuk minum air hangat. Jika ingin memakan makanan lezat saat lebaran sebaiknya memberi jeda untuk perut agar tidak terlalu berat bekerja.




loading...

close ini