Kakek Muslim Ini Ajarkan Bagaimana Mengalah Diawal Justru Bisa Menang Pada Akhirnya (Video)




Kakek Muslim Ini Ajarkan Bagaimana Mengalah Diawal Justru Bisa Menang Pada Akhirnya (Video)

Kakek Muslim Ini Ajarkan Bagaimana Mengalah Diawal Justru Bisa Menang Pada Akhirnya (Video)

Banyak orang, termasuk muslim sendiri yang ingin selalu menang dalam hidupnya, entah itu dalam perlombaan ataupun dalam masalah lain. Namun ternyata tidak semua kemenangan di awal membuahkan kemenangan yang sebenarnya.

Dalam sebuah video yang kini sedang ramai dibicarakan banyak orang, terlihat dua orang yang sedang memainkan permainan seperti catur atau das-dasan dalam adat Jawa.

Memang permainan ini merupakan sebuah hiburan dan menghilangkan penat di kala waktu luang. Akan tetapi ternyata permainan ini mengajarkan sebuah strategi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim.

Di video tersebut tampak sang kakek seperti mengalah karena ia memajukan setiap biji permainan (batu kali) tanpa berpikir panjang. Sontak lawannya pun begitu senang dan ‘menghabisi’ biji milik sang kakek sehingga tersisa satu butir.

Tak disangka, justru sikap mengalah sang kakek merupakan sebuah strategi yang cukup hebat. Dengan satu biji yang tersisa, ia berhasil menghabisi semua biji-biji milik lawannya.

Sikap seperti ini perlu juga diterapkan dalam kehidupan kita dimana untuk mencapai suatu kemenangan memerlukan strategi dan tidak asal menang di awal saja. Karena sesungguhnya kemenangan yang benar adalah kemenangan di akhir kompetisi atau peperangan.

Contohlah Rasulullah dimana ketika terjadi perang Badar, ia menyuruh pasukan muslimin untuk segera mengambil posisi di dekat sumur. Dengan begitu mereka dapat mengakses air di tengah gurun yang panas.

Adapun pasukan Quraisy justru tidak mampu berperang secara maksimal karena kehausan. Pasukan muslimin pun menggunakan panah terlebih dahulu untuk meminimalkan jumlah pasukan lawan. Alhasil peperangan pun dimenangkan oleh umat islam.

Di perang Uhud juga sebenarnya taktik yang diperintahkan oleh Rasulullah benar-benar membuat pasukan lawan mundur. Hal ini dikarenakan Rasulullah menyiapkan pasukan pemanah di balik bukit Uhud. Akan tetapi karena sebagian para pemanah kurang taat dan berusaha mengambil ghanimah, perang itu pun dimenangkan oleh kaum Quraisy dengan serangan pasukan berkuda pimpinan Khalid bin Walid.

Strategi mengalah untuk menang yang sangat terlihat jelas adalah ketika Rasulullah menyetujui perjanjian Hudaibiyah. Sebuah perjanjian yang terlihat seakan merugikan kaum muslim saat itu.

Bagaimana tidak, dalam isi perjanjian tersebut tertulis bahwa jika kaum muslim datang ke kota Mekkah maka tidak bisa kembali ke Rasulullah. Sementara kaum Quraisy yang hendak menjadi mualaf harus dikembalikan kepada pemimpin Quraisy di Mekkah.

Namun lambat laun, perjanjian yang seakan merugikan islam itu pun memperlihatkan sebuah kemenangan. Para sahabat baru menyadari bahwa dengan perjanjian tersebut dakwah bisa tersebar hingga ke luar Madinah tanpa ada gangguan kaum kafirin. Sementara kaum Quraisy yang ingin menjadi mualaf membelot dan membuat kelompok yang mengganggu perekonomian Mekkah saat itu.

Pada akhirnya kaum Quraisy yang masih kafir pun tidak mampu menyalahkan Rasulullah sehingga alhasil mereka membatalkan perjanjian tersebut dan meminta Rasulullah menjadikan kelompok yang meresahkan itu bagian dari umat muslim.

Atas strategi tersebut, perjanjian Hudaibiyah pun disebut sebagai Fathan Mubina atau kemenangan yang nyata.

Berikut videonya


Baca Juga:








close ini