Hina Abu Bakar dan Umar, Kaki Lelaki Ini Digigit Anjing Hingga Berdarah




Ketika sedang duduk-duduk bersama para sahabat, Rasulullah SAW dikagetkan dengan munculnya seorang lelaki yang kakinya berlumuran darah. Spontan Rasulullah menanyakan penyebab darah yang mengucur dari kakinya tersebut.

Hina Abu Bakar dan Umar, Kaki Lelaki Ini Digigit Anjing Hingga Berdarah


“Mengapa kakimu berdarah?” tanya Rasulullah.

“Ya, Rasulullah, aku baru saja melewati anjing kepunyaan seorang perempuan munafik. Anjing itu menggigit betisku,” kata lelaki tersebut.

Rasulullah kemudian menyuruhnya beristirahat untuk memulihkan rasa sakit akibat gigitan anjing itu. Sejurus kemudian, muncul lelaki lain datang kepada Nabi dengan kondisi yang sama. Dari kakinya terlihat darah mengucur deras. Lelaki yang kedua ini juga menceritakan penyebab serupa atas kondisi yang menimpanya.

“Mari kita temui anjing itu!” Rasulullah penasaran dengan anjing buas tersebut. Para sahabat yang ada di belakangnya berdiri dengan pedang di tangan masing-masing.

Ketika menemukan anjing yang dimaksud, pedang para sahabat siap terhunus untuk menebas tubuhnya. Akan tetapi, anjing yang hendak ditebas ini tiba-tiba saja berdiri di hadapan Rasulullah dan berbicara dengan fasih.

“Jangan bunuh aku. Sesungguhnya aku adalah makhluk yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,” kata si anjing.

Cerita tentang anjing yang dapat berbicara ini diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radliyallahu ’anhu sebagaimana diungkapkan dalam kitab Al-Aqthaf ad-Daniyyah fi Îdhahi Mawâ’idhil ‘Ushfûriyyah.

“Kenapa kau gigit kaki dua laki-laki ini?” tanya Nabi.

“Ya Rasulallah, aku adalah seekor anjing yang diperintahkan untuk menggigit orang yang menghina sahabat Abu Bakar dan Umar.”

Mendengar jawaban si anjing, Rasulullah pun mengalihkan sasaran bicara kepada kedua lelaki tersebut, “Apa kalian berdua mendengar apa yang dikatakan anjing tadi?”

Kedua orang yang kakinya berdarah tersebut akhirnya sadar dengan kesalahannya. Mereka telah melakukan kesalahan karena menghina Abu Bakar dan Umar yang keduanya merupakan sahabat Rasulullah yang berjiwa lembut, berjasa besar, dan begitu dicintai Allah dan Rasul-Nya. Mereka lalu berjanji untuk bertaubat secara sungguh-sungguh.

Wallahu A'lam.