Habib Zein Smith: Habib Itu Harusnya Jadi Pelayan Umat, Bukan Malah Minta Dilayani Umat




Habib Zein bin Smith yang menjadi ketua umum perhimpunan Rabithah Alawiyah menyatakan bahwa keturunan Rasulullah Muhammad SAW atau sekarang biasa disebut habib dan sayyid, mempunyai tugas dan kewajiban yang lebih banyak dan berat karena harus melayani umat.

Habib Zein Smith: Habib Itu Harusnya Jadi Pelayan Umat, Bukan Malah Minta Dilayani Umat
Habib Zein Smith

“Cucu dan keturunan Rasul Muhammad SAW seharusnya mempunyai kewajiban yang lebih banyak dan berat, karena harus melayani umat. Ini yang harus kita junjung tinggi,” kata Habib Zen saat berkunjung ke Kemenag, Jakarta, Kamis (14/7/2016) seperti dikutip dari kemenag.go.id.

“Kita tidak boleh mengatakan kita ini, itu. Jadi mohon maaf, jika ada habib yang minta dilayani, itu namanya bukan habib,” kata Habib Zein.

“Jika ada seorang habib bilang, saya adalah habib, maka kita beri nasihat, bahwa yang paling utama itu adalah yang paling taqwa. Jangan lupa, di Indonesia ini, banyak auliya’ di NU banyak, di Muhammadiyah pun banyak. Kita tidak boleh mengatakan kita itu ini, kalau ada yang membungkuk, kita harus lebih membungkuk,” tegas Habib Zein.

Habib Zein yang merupakan putra Habib Ibrahim ini menambahkan, Bahwa Nasab Rasul, bukanlah untuk dihormati atau membuat kasta atau ras, namun semata untuk merunut hubungan saja. Karena pada dasarnya, telah terjadi asimilasi kaffah dengan masyarakat.

Baca Juga: Anak-anak Habaib Yang Minta Dihormati Perlu Direformasi Pola Pikirnya

Habib Zein menjelaskan bahwa Rabithah Alawiyah adalah induk dari organisasi-organisasi seluruh habaib di Indonesia, termasuk Majelis Rasulullah, Nurul Mustafa, Front Pembela Islam (FPI), dan lain sebagainya.