Hati-Hati! Jangan Sampai Lakukan 3 Pelanggaran Ini Ketika Halal Bihalal




Hati-Hati! Jangan Sampai Lakukan 3 Pelanggaran Ini Ketika Halal Bihalal

Hati-Hati! Jangan Sampai Lakukan 3 Pelanggaran Ini Ketika Halal Bihalal

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat muslim yang ada di Indonesia untuk melakukan halal bihalal ketika selesai melaksanakan shalat ied. Tujuannya guna mempererat tali persaudaraan diantara masyarakat maupun keluarga.

Meski memiliki tujuan yang baik, ternyata dalam halal bihalal terdapat beberapa pelanggaran yang harus kita cermati dan segera hindari. Jangan sampai niat yang baik malah menjadi ladang dosa di hari yang baik tersebut.

Apa saja pelanggaran yang harus dihindari oleh umat islam?

1. Menunggu Momen Idul Fitri Untuk Meminta Maaf

Umumnya masyarakat seringkali menunggu momen lebaran atau Idul Fitri untuk meminta maaf kepada orang lain. Karena sebagian orang beranggapan bahwa hari lebaran adalah hari bermaaf-maafan. Tak salah jika kita sering mendengar kata “Mohon Maaf Lahir dan Batin” di hari Idul Fitri.

Sebenarnya akan lebih baik ketika mendapati kesalahan, segeralah untuk meminta maaf karena belum tentu umur yang Allah takdirkan akan sampai pada hari lebaran.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Barang siapa melakukan kezaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya.” (HR Bukhari)

2. Ikhtilath (Bercampur Baur Dengan Lawan Jenis Yang Bukan Mahram)

Bercampurnya antara laki-laki dengan perempuan ketika halal bihalal bisa menimbulkan kemaksiatan seperti pandangan yang diharamkan ataupun melakukan sesuatu yang mendekati zin4. Rasulullah pun menganjurkan agar laki-laki dan perempuan dipisahkan, termasuk ketika keluar dari masjid.

“Mundurlah kalian, kalian tidak berhak berjalan di tengah jalan, berjalanlah di pinggirnya.” Setelah itu para wanita pun berjalan di pinggir guna terhindar dari maksiat.

3. Berjabat Tangan Dengan Yang Bukan Mahram

Banyak yang meremehkan perilaku ini karena merasa bahwa hal tersebut bukan sebuah dosa. Padahal dengan jelas Rasulullah melarang berjabat tangan dengan yang bukan mahram, meski di hari lebaran.

Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah bersabda, “Sungguh jika seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani)

Sementara dalam Majmu Fatawa, Al Albani mengatakan, “Ancaman keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Di dalamnya terkandung dalil haramnya menjabat tangan wanita, karena tidak diragukan lagi bahwa berjabat tangan termasuk menyentuh. Banyak umat islam yang jatuh dalam kesalahan ini, bahkan sebagian ulama.”

Baca Juga:


Itulah pelanggaran yang seringkali dilupakan oleh umat islam saat ini. Karenanya berusahalah semaksimal mungkin menghindari hal tersebut, meski terkadang masyarakat umum menilainya sebagai sebuah hal yang biasa. Wallahu A’lam





loading...