Tak Ingin Berpuasa, Warga Muslim Negara Ini Seberangi Perbatasan Thailand




Tak Ingin Berpuasa, Warga Muslim Negara Ini Seberangi Perbatasan Thailand

Tak Ingin Berpuasa, Warga Muslim Negara Ini Seberangi Perbatasan Thailand

Tidak semua umat islam terketuk hatinya untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Hanya mereka yang berimanlah yang mampu dengan kesungguhan hati melaksanakan perintah Allah tersebut, sebagaimana Allah hanya memanggil orang beriman saja untuk berpuasa. Tak heran jika banyak umat islam di beberapa negara yang terlihat makan ataupun minum di siang hari dikarenakan berbagai kebijakan negara yang kurang ketat.

Namun di Malaysia, pemberlakuan puasa mutlak harus dilakukan oleh setiap umat islam, baik suka ataupun tidak suka. Karena hal itu, sebagian umat islam yang enggan melaksanakan puasa rela menyeberangi perbatasan Thailand selama bulan Ramadhan.

Dilansir dari Sinar Harian, ketika siang hari, berbagai motor dan mobil berbondong-bondong berada di parkiran restoran di Sungai Kolok (sungai Golok). Restoran tersebut ternyata merupakan restoran yang berada di perbatasan Malaysia dan Thailand.

Bahkan ketika mengawali puasa Ramadhan, sebagian warga Malaysia memanfaatkan perbedaan waktu mulai puasa yang jeda satu hari lebih awal di Malaysia dengan mendatangi perbatasan tersebut. Tujuannya tentu saja untuk menikmati satu hari kebebasan makan dan minum tanpa ada yang melarang.

Hukum yang diterapkan di Malaysia selama bulan puasa cukup memberikan efek jera bagi siapapun yang kedapatan makan dan minum pada siang hari di area umum. Bahkan hukuman yang lebih berat dilakukan oleh sebagian masyarakat muslim lain yang taat, entah itu kepada sesama muslim ataupun yang non muslim.

Salah seorang penduduk daerah Rantau Panjang bernama Noh yang tinggal dekat dengan perbatasan tersebut mengatakan bahwa ia hampir setiap hari melewatkan momen puasa Ramadhan dan sering makan di restoran Sungai Kolok. Bahkan di sana pula ditemui sejumlah pegawai negeri sipil dan juga aparat keamanan.

Restoran itu pun menjaga privasi pelanggannya dengan menutup sebagian jendela. Meski terkesan tutup, namun restoran tersebut memajang makanan dan membiarkan para pelanggan untuk memilih, baik untuk dibawa ke rumahnya maupun makan langsung di sana.

Ia juga menuturkan bahwa warga muslim Malaysia yang datang ke sana tidak merasa malu dikarenakan mereka tidak akan bertemu dengan seorang yang mereka kenal di perbatasan tersebut.

Baca Juga: