Inilah Keutamaan Shalat Witir Yang Membuat Rasulullah Enggan Meninggalkannya




Inilah Keutamaan Shalat Witir Yang Membuat Rasulullah Enggan Meninggalkannya

Inilah Keutamaan Shalat Witir Yang Membuat Rasulullah Enggan Meninggalkannya

Salah satu shalat sunat yang senantiasa Rasulullah kerjakan dan dianjurkan juga kepada umat islam adalah shalat witir. Sebuah shalat sunat yang bisa dikerjakan setelah shalat isya hingga sebelum shalat subuh.

Adapun jumlah rakaatnya adalah ganjil dan dilakukan setelah shalat sunat malam lainnya seperti shalat tahajud ataupun shalat tarawih. Shalat witir juga termasuk shalat yang memiliki keutamaan yang besar dikarenakan Rasulullah tak pernah sekalipun meninggalkan shalat sunat ini, baik ketika di rumah ataupun di dalam perjalanan.

Shalat witir merupakan shalat sunat muakkad artinya shalat sunat yang sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Namun bukan berarti shalat tersebut dikategorikan wajib karena sudah jelas bahwa shalat wajib hanyalah 5 waktu saja.

Hadist yang memperkuat tentang pentingnya melaksanakan shalat witir adalah hadist Rasulullah berikut.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada malam hari. Dan barang siapa yang berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan.” (HR Muslim).

Lantas Apa Keutamaan Shalat Witir?

1. Allah Mencintai Witir

Witir atau ganjil merupakan sebuah hal yang dicintai oleh Allah, sebagaimana hadist riwayat Abu Dawud.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil) dan mencintai witir.”

Hadist tersebut menunjukkan bahwa shalat witir dicintai oleh Allah sehingga Rasul pun enggan untuk meninggalkan shalat sunat tersebut dan tetap melaksanakannya meski hanya satu rakaat.

2. Menjadi Penyempurna Shalat Malam

Shalat witir juga dikatakan sebagai penutup atau pengakhir shalat malam. Keterangannya pun sama dengan hadist diatas yang menyatakan bahwa pentingnya melaksanakan shalat tersebut dalam berbagai kondisi.

Apabila ia tidak mampu bangun pada waktu shalat tahajud, maka sebelum tidur hendaklah ia melaksanakan shalat witir. Sementara jika sekiranya mampu bangun, maka melaksanakannya setelah shalat tahajud adalah lebih baik.

3. Termasuk Waktu Yang Sangat Dekat Dengan Allah

Rasulullah senantiasa menjaga komunikasinya dengan Allah dan salah satu kedekatannya saat melaksanakan shalat malam maupun shalat witir. Tak heran jika salah satu waktu diijabahnya doa adalah ketika shalat malam beserta witirnya.

Demikianlah keutamaan shalat witir sehingga Rasulullah enggan untuk meninggalkannya dan tetap melaksanakan dalam keadaan apapun.

Baca Juga:


Semoga kita pun selaku umat Rasulullah bisa melaksanakan shalat witir apakah itu sebelum tidur ataupun digabung dengan shalat malam.

Wallahu A’lam