Ketika Sunnah Dijadikan Sebagai Bahan Fitnah




Melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini begitu membuat dada semakin sesak, ketika banyak orang-orang yang berpikiran sekuler dan liberal maka banyak pula saat ini Sunnah Yang Dijadikan Sebagai Bahan Fitnah.

Ketika Sunnah Dijadikan Sebagai Bahan Fitnah


Bukan hanya pembenci agama Islam, namun ironisnya fitnah ini justru bermunculan dari orang-orang yang mengaku beragama Islam. Mereka tidak meyakini bahwa sunnah atau adab Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallaam itu akan mendatangkan banyak hikmah dan manfaat baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

Seperti contohnya ketika makan, selain dengan makan tidak berlebihan itu bisa menjaga 'iffah (kehormatan diri) kita, hal ini pun bermanfaat bagi kesehatan kita.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas."

Imam Asy-Syafi'i pernah berkata, "Kekenyangan karena makan akan membuat tubuh menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan malas beribadah."

Bahkan, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani pernah mengatakan bahwa kekenyangan hukumnya bisa menjadi haram:

"Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat perut menjadi penuh dan membuat orangnya berat untuk mengerjakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan menjadikan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan (misalnya membahayakan kesehatan, pent)"

Namun, semua ini ditanggapi remeh oleh banyak orang, bahkan oleh kaum muslimin senddiri. Mereka tidak terlalu mempedulikannya, bahkan banyak yang tidak mengetahuinya. Ketika penelitian kedokteran di era modern akhir-akhir ini mengungkapkannya, Barulah semua orang percaya dan menjaga komsumsi makanannya.

Sebuah studi kesehatan yang dilakukan oleh Mount Sinai School of Medicine mengungkapkan fakta-fakta, Bahwa makan secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas akut dan diabetes. Seseorang yang makan tanpa mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsinya, bisa mengalami gangguan fungsi pada sinyal insulin dan ginjal akibat dari gangguan ini, Karena insulin tidak mampu melakukan pemecahan lemak dalam jaringan adiposa.

Contoh lain adalah ketika kita makan atau minum dilarang sambil berdiri karena Sunnah Rasulullah adalah makan atau minum sambil duduk, tidak ada yang percaya hal ini, Namun ketika penelitian berbicara bahwa ketika kita berdiri, ada selaput di dalam perut akan terbuka dan ketika duduk selaput akan tertutup baru banyak orang mau mengerjakannya.

Ataupun seperti sholat qiyamul lail yang dilakukan pada waktu sepertiga malam, yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasululah. Ketika dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa di malam hari sistem kerja otak dan semua sistem aliran darah bekerja untuk memulihkan atau membuang toksin dalam tubuh baru kita percaya dan orang melakukan meditasi atau yoga di sepertiga malam.

Padahal jauh sebelum penelitian itu muncul kita sudah bisa mendapatkan informasi itu dari Sunnah-sunnah Rasulullah. Mengapa kita harus menunggu penelitian, mengapa kita harus butuh bukti konkrit?

Dimana sebenarnya iman kita pada Allah dan RasulNya? Mengapa kita berpaling dari sunnah Rasul bahkan malah menjadikannya sebagai bahan fitnah dan olok-olokan, Pernahkah kita berpikir kenapa kaum muslimin diwajibkan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan? Bukankah kita kini mengetahui manfaat dari berpuasa itu sendiri?

Seperti contoh lainnya, Rasulullah melarang riba dan mewajibkan menggunakan sistem perekonomian yang syar'i, agar sistem ekonomi berjalan dinamis dan saling menguntungkan tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Buktinya saat ini banyak negara-negara maju yang menggunakan sistem perekonomian umum yang pada akhirnya bangkrut, seperti kita lihat di negara-negara Eropa, bisa kita teliti info lebih lanjut negara mana saja yang perekonomiannya limbung, bahkan Romawi menyarankan agar menteri perekonomiannya mempelajari sistem ekonomi syariah.

Contoh lain yang sering berseliweran di media sosial adalah sunnah Rasul di malam jumat yang dijadikan bahan ditnah dan olok-olokan yang dilakukan para pasangan yang belum halal, Bahkan sering disertai dengan gambar-gambar tak senonoh.

Apalagi jaman sekarang banyak muda mudi berpacaran agar alih-alih menjadi pasangan yang barokah, maka mereka sholat berjamaah pun berdua dengan yang bukan mahramnya.

"Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syaitan" (HR. Tirmidzi)

Contoh lainnya dalam dunia pendidikan, bahwasanya dalam Islam, siswa dan siswi (remaja yang sudah baligh) itu tidak diperbolehkan berada di dalam satu kelas secara bersamaan, karena disamping bukan mahram, dari segi pemikiran, sifat dan perbuatan pun jauh berbeda, namun hal ini tidak pernah ditanggapi serius oleh pihak-pihak yang merendahkan sunnah Rasulullah.

Buktinya kini di negara paman sam menurut penelitian yang mereka dapatkan akhir-akhir ini, mereka menyadari bahwa siswa dan siswi (remaja) harus dipisahkan dan tidak berada dalam satu kelas. Karena banyak pertimbangan yang buruk dan ketidak efektifan dalam belajar jika siswa dan siswi dipersatukan dalam satu kelas kembali. Bukti penelitiannya tersebut dapat dilihat di www.tolerance.org/magazine/number-37-spring-2010/feature/gender-segregation-separate-effective




loading...