Muslimah Harus Tahu! Jangan Terima Lamaran 10 Lelaki Ini




Muslimah Harus Tahu! Jangan Terima Lamaran 10 Lelaki Ini │ Bagi umat Islam menikah bukan hanya menjadi penyalur kebutuhan biologis yang halal, namun juga menjadi sunnah yang dianjurkan Rasulullah karena banyaknya keutamaan.

Dengan menikah, seorang muslim akan mendapatkan kesempurnaan iman dan dengan menikah pula, islam bisa memiliki generasi penerus.

Muslimah Harus Tahu! Jangan Terima Lamaran 10 Lelaki Ini

Namun bagi seorang muslimah, memilih pasangan janganlah sembarangan karena dampaknya akan sangat merugikan, baik ketika di dunia maupun nanti di akhirat. Ini karena seorang suami nantinya harus bisa membimbing keluarga menuju keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Berikut adalah 10 pria yang jangan diterima lamarannya karena lebih besar mudharatnya dibandingkan manfaatnya.

1. Berani Meninggalkan Shalat Wajib

Shalat merupakan ibadah yang utama dan akan menjadi ibadah pertama yang dihisab di akhirat. Sholat juga menjadi pembeda antara seorang muslim dengan kafirin, sebagaimana hadist dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Perjanjian kami dengan mereka adalah shalat. Orang yang meninggalkannya, berarti dia telah kafir.” (HR At Tirmidzi)

Bagaimana seorang suami bisa menyelamatkan istri dan anak-anaknya jika ia sendiri menjerumuskan diri dalam kekafiran karena berani meninggalkan shalat?

2. Gemar Melakukan Dosa Besar

Dosa besar yang sering dilakukan oleh laki-laki tanpa iman adalah berjudi, mabuk dan berzin4. Seorang istri yang berani hidup bersama laki-laki semacam ini akan merasakan hidup dalam neraka.

3. Dayyuts

Jika lelaki yang melamar ternyata tidak memiliki kepekaan terhadap nilai agama seperti membiarkan keluarganya tidak melaksanakan ibadah atau membiarkan ibu dan adik perempuannya tidak berhijab, maka sebaiknya lamarannya jangan diterima.

Calon suami semacam itu tidak memiliki rasa cemburu dengan membiarkan keluarganya jatuh dalam maksiat. Apa jadinya jika menikah dengan suami seperti itu? Tentu kesalahan yang dilakukan akan dibiarkan dan terus menjadi dosa yang bertumpuk.

4. Anak Manja Atau Anak Mama

Sebagai seorang suami, lelaki memiliki peranan sebagai pemimpin atau imam. Dengan kata lain setiap arah dalam keluarga harus diputuskan dengan matang dan bijak. Sementara jika laki-laki tersebut manja atau anak mama, maka ia tidak mampu mengambil keputusan sendiri dan selalu meminta pendapat ibunya.

5. Lelaki Yang Terlalu Tua

Pernikahan merupakan gabungan pemenuhan berbagai macam kebutuhan. Jika seorang wanita mendapatkan laki-laki yang terlampau tua, maka dalam beberapa tahun laki-laki tersebut tak mampu menjaga keluarganya seperti dalam nafkah. Selain itu kebutuhan biologis pun akan semakin meredup, sementara istri masih memiliki rasa yang tinggi dalam hal tersebut.

6. Sombong Dan Membanggakan Diri

Seorang laki-laki yang sombong dan membanggakan diri sendiri akan lebih mencintai dirinya dibandingkan keluarganya nanti. Jika pun menikah, ia hanya menginginkan seorang wanita tanpa sedikit pun memiliki cinta.

7. Gila Kerja

Meski mencari nafkah merupakan bukti kesungguhan seorang suami untuk menafkahi istri dan anaknya, namun jika laki-laki tersebut justru gila kerja (workaholic), maka waktunya akan habis untuk pekerjaan dan menelantarkan keluarganya. Dengan begitu keluarganya akan kehilangan nahkoda yang mengarahkan rumah tangga menuju jalan yang benar.

8. Durhaka Pada Orang Tua

Meski cintanya sangat besar, namun lamaran lelaki yang durhaka kepada orang tuanya sebaiknya jangan diterima. Laki-laki semacam ini harusnya mendapatkan pengobatan karena ia telah melakukan kesalahan yang sangat besar terhadap sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Bagaimana suami mampu membimbing anak hormat padanya jika ia sendiri durhaka kepada orang tuanya?

9. Laki-Laki Banci

Kini seakan menjadi trend dimana banyak laki-laki yang memiliki sifat, gaya dan pikiran yang menyerupai wanita. Laki-laki seperti ini tak akan bisa diandalkan dalam memimpin keluarga dan memikul beban tanggung jawab sebagai imam.

10. Kikir

Istri yang bersuamikan laki-laki kikir hanya akan mengalami penderitaan demi penderitaan karena harta yang dimiliki suami tak akan diberikannya kepada sang istri. Kikir juga menjadi penyakit yang harus disembuhkan karena mampu menghancurkan seluruh amal baik.

“Dan hindarilah sifat kikir, karena kekikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu, membuat mereka saling bunuh dan melanggar kehormatan orang lain.” (HR Muslim)

Baca Juga:


Karenanya bagi seorang wanita muslimah, pilihlah calon suami dengan bijak dan beranilah untuk menolak jika laki-laki tersebut hanya akan menjauhkan kita dari Allah dan RasulNya.

Wallahu A’lam





close ini