Setelah Diautopsi, Jenazah Siyono Utuh Tak Berbau Sama Sekali




Autopsi atas jenazah terduga teroris, Almarhum Siyono (34 tahun) akhirnya dilakukan pada hari ini, Ahad (03/04). Di bawah pengawalan ketat KOKAM pasukan paramiliter Muhammadiyah, autopsi dilangsungkan dari pukul 06.00 pagi.

Setelah Diautopsi, Jenazah Siyono Utuh Tak Berbau Sama Sekali


Autopsi Siyono mendapat penjagaan ketat dari 1.000 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Komandan KOKAM Jawa Tengah (Jateng) M Ismail mengatakan, 1.000 personel terdiri dari 500 personel KOKAM Jateng dan 500 dari KOKAM Yogya. Selain itu, disiapkan pasukan cadangan sebanyak 4.000 personel yang berjaga di luar kota.

"Ini KOKAM siaga satu. Kami hanya melaksanakan perintah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk keamanan diserahkan ke petugas (KOKAM) dan makam steril," ungkapnya.

Komandan Kokam dari Kecamatan Gantiwarno, Klaten menjadi salah satu tenaga yang dikerahkan untuk menggali makam Siyono. Secara tegas, ia tak mau bercerita secara terbuka terkait proses penggalian makam dan kondisi jenazah Siyono. “Saya takut salah tafsir nanti mas,” ujar Sriyanto usai proses penggalian usai.

Namun, salah seorang anggota Kokam lainnya bercerita bahwa ia merasa takjub saat ia ikut dalam proses penggalian makam Siyono.

“Subhanallah. Luar biasa sekali. Jasadnya utuh, tak berbau sama sekali,” ujar seorang anggota Kokam seperti dilansir Kiblat.net di Masjid Muniroh samping kediaman Siyono di Desa Pogung, Cawas, Kabupaten Klaten pada Ahad, (03/04).

Pria setengah baya yang enggan disebutkan namanya ini menjelaskan kondisi jasad Siyono masih utuh, sama seperti dikuburkan sekitar duapuluh hari yang lalu. “Giginya masih utuh, hanya rambutnya saja yang sedikit berkurang,” tambahnya.

Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono turut mengkonfirmasi keutuhan jasad Almarhum Siyono. Endro yang turut menyaksikan proses autopsi jenazah sempat berbincang dengan Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU., Sp. Perio (70 tahun) yang memimpin proses autopsi. Menurut Prof. Dibyo, kondisi tanah lempung yang basah di sekitar makam sangat membantu awetnya kondisi jenazah.

“Proses autopsi yang dilakukan terhadap Siyono bukanlah autopsi untuk identifikasi namun penentuan tempat luka/trauma pada jasad Siyono,” ujar Prof. Dibyo seperti dituturkan Endro.

Pakar forensik ini melanjutkan, biasanya dalam rentang waktu dua puluh hari kondisi perut jenazah pada umumnya sudah dalam keadaan terburai. Namun, hal itu tidak terjadi pada jenazah Almarhum Siyono.

“Dokter-dokter forensiknya juga banyak yang gak pakai masker. Karena tidak berbau,” sebut Endro.

Sementara itu, turut hadir dalam proses autopsi jenazah Siyono; Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketum PP Pemuda Muhammadiyah), Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, Manager Nasution, Prof Hadiz Abbas didampingi KOKAM Jateng. Autopsi dihadirnya banyak wartawan dari berbagai media massa.

Polda Jawa Tengah juga mengutus dokter spesialis forensik untuk dilibatkan dalam proses autopsi.

Warga Dusun Brengkungan dan pengunjung sempat dikejutkan oleh kedatangan satu kompi (SSK) Brimob Polda Jateng. Pasalnya, mereka datang dengan senapan laras panjang, dilengkapi gas airmata memasuki areal pemakaman.

Baca Juga:







KRONOLOGI KEMATIAN SIYONO:

1. Pada Selasa (8/3), sekira bakda shalat Maghrib, Siyono ditangkap Densus 88 di Masjid saat sedang melakukan zikir. Ia dicekal sejumlah orang berbadan tegap.

2. Kamis (10/3) pagi, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Siyono di RT 11 RW 05 Desa Pogung, dimana istri korban mengajar di rumah yang juga dikelola sebagai RA Amanah Ummah.

3. Jumat (11/3) siang pukul 11.00 beredar kabar korban meninggal dunia saat pemeriksaan.

4. Jumat (11/3) sore pukul 17.00 istri dan kakak korban dijemput Densus 88 dan langsung dibawa ke Jakarta.

5. Sabtu (12/3) pagi pukul 0.00 istri mengabari sedang dimintai keterangan oleh aparat kepolisian

6. Sabtu (12/3) siang pukul 13.00 istri Siyono mengkonfirmasi wafatnya suaminya.

7. Ahad (13/3) dinihari, jenazah Siyono tiba di rumah duka Klaten setelah diangkut jalur darat mobil Ambulance dari RS Bhayangkara Jakarta dikawal Densus 88.

8. Ahad (13/3) sekitar pukul 01.00 dini hari jenzah Siyono dimakamkan di pemakaman umum Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jateng.

9. Prosesi pemakaman berjalan lancar. Tak ada reaksi negatif dari mana pun. Kebanyakan pelayat dari Ormas Islam dari pelbagai daerah. Teriakan Allahu Akbar bertalu-talu selama jenazah diusung dari Masjid Muniroh ke pemakanan umum.

10. Ahad (3/4), atau tiga pekan (21 hari) setelah dimakamkan, jenazah almarhum Siyono diautopsi.