Kisah Sahabat Nabi: Sahabat Inilah Yang Telah Berbagi Rumah Dengan Rasulullah




Kisah Sahabat Nabi: Sahabat Inilah Yang Telah Berbagi Rumah Dengan Rasulullah │ Dalam dakwahnya di daerah Mekkah, Rasulullah sering mendapatkan penolakan sehingga mau tidak mau Rasulullah beserta sahabat yang lain harus hijrah demi meluaskan syiar Islam.

Kota Madinah menjadi tempat hijrah Rasulullah yang telah ditunjukkan oleh Allah dan perjalanan tersebut menempuh jarak yang cukup jauh yaitu sekitar 450 km. Maka Rasul pun singgah di beberapa tempat dan salah satunya adalah di rumah Abu Ayyub Al Anshari.

Kisah Sahabat Nabi: Sahabat Inilah Yang Telah Berbagi Rumah Dengan Rasulullah

Abu Ayyub Al Anshari memiliki nama asli Khalid Ibn Zyd Kulayb. Ia merupakan seorang pemuda Madinah yang namanya begitu dikenal setelah pembebasan kota Konstantinopel (Turki). Kala itu ia syahid di medan tempur dan langsung dimakamkan di tempat tersebut.

Abu Ayyub juga merupakan seorang pejuang yang terdepan dalam barisan prajurit Rasulullah. Ketika Rasulullah singgah di rumah Abu Ayyub semasa hijrah ke Madinah, Abu Ayyub menawarkan kepada Rasulullah untuk tinggal di lantai dua. Memang rumah Abu Ayyub memiliki dua lantai sehingga nanti ia bisa tinggal di lantai bawah.

Akan tetapi karena Rasulullah memikirkan bahwa nanti akan banyak orang yang lalu lalang di rumah Abu Ayyub untuk bertemu dengan Rasulullah, maka dengan bijak Rasulullah pun menyuruh agar Abu Ayyub dan istri untuk tinggal di lantai atas saja.

Semenjak Rasulullah mendiami rumah mereka, Abu Ayyub dan istrinya senantiasa mengantarkan makanan sebanyak dua kali dalam sehari. Saat Rasulullah menyisakan makanannya, maka itulah jatah dari Abu Ayyub dan istrinya. Sering kali Abu Ayyub pun menyentuh tangan Rasul yang masih berbekas makanan dengan harapan mendapatkan keberkahan.

Akan tetapi suatu hari, Abu Ayyub dan istrinya begitu gelisah sehingga membuat mereka terjaga semalaman dan diam di sudut lantai tersebut. Maka demi menjawab kegelisahannya tersebut, Abu Ayyub kemudian turun dan bertanya kepada Rasulullah, “ Wahai Rasulullah, kami tidak bisa tidur di malam hari dan melewati malam dengan duduk di sudut ruangan dengan hati yang gelisah.”

Rasulullah kemudian bertanya penyebabnya. Abu Ayyub pun menjawab, “Kami merasa sudah melakukan hal tidak hormat kepadamu sampai tadi malam kegelisahan tersebut memuncak.” Abu Ayyub melanjutkan, “Wahai Rasulullah, dapatkah sekiranya engkau bertukar tempat dengan kami. Kami adalah budakmu dan selamanya harus berada di bawah kakimu.”

Melihat kegelisahan tersebut, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun mengabulkan permintaan dari Abu Ayyub dan menghabiskan malam tersebut dengan tinggal di lantai dua rumah Abu Ayyub.

Itulah sifat dan sikap dari sahabat Rasulullah yang mulia dimana mereka begitu merasakan sebuah kegelisahan ketika tidak mampu memuliakan Rasulullah semaksimal mungkin. Padahal Rasulullah sendiri telah mengikhlaskan.

Lantas bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita memuliakan Rasulullah dengan mengikuti setiap ajarannya?

Wallahu A’lam