Inilah Jeritan Yang Akan Didengar Mayat Setelah Kematiannya




Inilah Jeritan Yang Akan Didengar Mayat Setelah Kematiannya │ Setiap manusia akan mengalami kematian dan sungguh saat itu tidak akan ada lagi kesempatan untuk kembali apalagi memperbaiki diri.

Inilah Jeritan Yang Akan Didengar Mayat Setelah Kematiannya

Dalam suatu riwayat, ketika ruh manusia berpisah dari tubuhnya, maka ia akan dipanggil dan diseru dari langit dengan tiga jeritan.

- Wahai manusia (anak adam) apakah engkau yang telah meninggalkan dunia ataukah dunia yang telah meninggalkanmu?

- Wahai anak adam, apakah engkau yang telah mengumpulkan dunia ataukah dunia yang telah mengumpulkan engkau?

- Wahai anak adam, apakah engkau yang telah mematikan dunia ataukah dunia yang telah mematikan engkau?

Ketika seorang mayat hendak dimandikan, ia pun akan dipanggil dengan tiga jeritan yang menyayat hati.

- Wahai anak adam, manakah tubuhmu yang dulu begitu kuat dan engkau banggakan sehingga enggan untuk tunduk kepadaNya? Mengapa kini engkau begitu lemah dan tidak berdaya?

- Wahai anak adam, dimanakah suaramu yang begitu lantang menentang Allah? Mengapa engkau kini diam dan tak mampu berbuat apa-apa?

- Wahai anak adam, kemanakah kekasihmu yang dulu selalu engkau utamakan? Mengapa kini mereka meninggalkanmu?

Ketika manusia berada dalam balutan kain kafan, dipanggillah ia dalam tiga kali jeritan.

- Wahai manusia, kini engkau akan menuju tempat yang begitu jauh tanpa membawa bekal sedikit pun

- Wahai manusia, kini engkau benar-benar akan keluar dari rumah dan tidak akan kembali selama-lamanya

- Wahai manusia, kini engkau tidak dapat lagi menaiki kendaraan yang gagah dan hanya berbaring menjadi penghuni rumah yang penuh dengan kesedihan.

Ketika ia dipikul dalam usungan dan disaksikan oleh orang banyak, dipanggillah ia dengan tiga kali jeritan.

- Wahai anak adam, sungguh sebuah kebahagiaan jika engkau termasuk hamba yang bertaubat

- Wahai anak adam, sungguh sangat beruntung jika engkau telah beramal yang baik

- Wahai anak adam, sungguh beruntung jika yang menemanimu adalah keridhoan Allah

Maka ketika mayat hendak dishalati, terdengar kembali jeritan yang berkata:

- Wahai manusia, engkau kini akan melihat segala amal perbuatanmu. Jika engkau telah berbuat baik, maka engkau akan melihatnya. Jika engkau melakukan amal buruk, maka engkau pun akan menyaksikannya.

Ketika mayat diletakkan dalam kubur, ia pun akan mendengar jeritan

- Wahai anak adam, persiapan apakah yang telah diperbuat di dunia untuk rumahmu yang sempit ini?

- Wahai anak adam, kekayaan apakah yang telah kamu siapkan dalam kefakiran ini?

- Wahai anak adam, cahaya apakah yang akan menerangimu dikala menghadapi kegelapan tempat ini?

Ketika mayat telah dikuburkan dan semua orang sedih, maka ia akan dipanggil dengan tiga kali jeritan dari dalam bumi.

- Wahai anak adam, telah bukti bahwa dulu engkau begitu bersenda gurau di punggungku dan kini engkau menangis dalam perutku.

- Wahai anak adam, dahulu engkau begitu bersuka cita di punggungku dan ini engkau begitu berduka cita di dalam perutku.

- Wahai anak adam, engkau dahulu di punggungku begitu lantang berbicara, namun kini engkau diam membisu dalam perutku.

Ketika sanak keluarga telah pergi dari pemakaman, maka mayat seorang muslim yang selalu berusaha menghapus segala dosanya dengan istighfar dan amal shaleh akan mendapati bahwa Allah berfirman:

“Wahai hambaKu, sekarang kamu dalam keadaan terpencil sendirian, mereka telah pergi dan meninggalkan kamu dalam kegelapan kubur. Padahal selama hidup kamu telah berbuat maksiat kepadaKu karena kepentingan mereka (yakni istri dan anak). Namun Aku sangat kasihan kepada kamu. Pada hari ini akan Aku beri rahmat dengan sesuatu yang mengagumkan seluruh makhluk dan Aku lebih kasihan kepadamu melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.”

***

Sesungguhnya Allah masih memberikan kesempatan kepada kita semua. Namun kita begitu angkuh dan enggan untuk memperbaiki diri dan memohon ampunannya. Ketahuilah bahwa kesombongan kita hanya akan menjadi kebisuan saat ajal telah berlaku. Maka kemanakah kita memohon pertolongan?

Segeralah bertaubat dan segeralah memperbaiki diri dengan melakukan amal shaleh ikhlas karena Allah Ta’ala.

Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan kasih sayangNya di akhirat kelak. Aamiin