Sang Pemikir Hasan At Turabi Wafat Sehari Setelah Mengimami Shalat Jumat




KabarMakkah.Com – Syaikh Hasan At Turabi yang merupakan pemikir muslim dan tokoh politik di negara Sudan wafat pada hari Sabtu (6/3/2016). Keesokan harinya yaitu hari Ahad (7/3/2016) sang syaikh pemikir Islam tersebut dimakamkan di usianya yang 84 tahun.

Seperti yang dikutip dari Aljazeera, proses pemakaman tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan masyarakat dengan disertai pengamanan yang ketat.

Sang Pemikir Hasan At Turabi Wafat Sehari Setelah Mengimami Shalat Jumat

Sebelumnya memang Hasan At Turabi divonis terkena serangan jantung. Padahal pada hari jumat, Hasan At Turabi sempat memberikan khutbah dan mengimami shalat jumat yang dihadiri oleh Presiden Umar Bashir di masjid angkatan bersenjata Khurtoum.

Meninggalnya Hasan At Turabi cukup banyak mengejutkan berbagai pihak. Ia sebelumnya sempat memberikan pengumuman tentang bahaya konflik politik yang nantinya akan berujung seperti di daerah Iraq, Suriah dan negara Libya.

Ia juga menyampaikan keinginannya agar masalah negara bisa terselesaikan sebelum dirinya dipanggil Yang Kuasa. Namun ternyata takdir menyatakan lain karena dirinya harus wafat di saat kondisi negaranya belum stabil.

***

Sungguh seorang ulama memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah. Bahkan banyak sanjungan serta pujan yang dikhususkan bagi para ulama, seperti yang terdapat dalam Al Quranul karim

“Hanyalah yang memiliki ketakutan kepada Allah dari kalangan hamba-hambaNya adalah para Ulama.” (QS Fathir 28)

Dengan dicabutnya para ulama di muka bumi ini, maka sebenarnya Allah telah mencabut ilmu dari manusia. Karena para ulama-lah yang menjadi penyebar ilmu Allah dan kepergiannya merupakan sebuah musibah yang amat besar bagi manusia.

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ulama pun, maka manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin yang bodoh. Kemudian para pemimpin bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sehingga sudah sepatutnya kita bersedih ketika para ulama saat ini banyak yang diwafatkan oleh Allah. Takutlah akan keadaan dimana tidak ada lagi ulama yang akan menasehati dan mengingatkan manusia dari salah dan dosa. Takutlah bahwa akan suatu keadaan dimana para pemimpin akan membuat fatwa yang menyesatkan karena tidak adanya ulama yang mendampingi.

Oleh karena itu selagi ulama masih ada dan selagi ulama masih mau berbagi ilmu yang dimilikinya, maka sudah selayaknya bagi kita untuk mencari dan mendapatkan ilmu dari mereka. Setelah itu, amalkan sehingga kita pun bisa mewasiatkan ilmu dan keimanan kepada generasi sesudah kita.

Semoga kita bisa menyadarinya sebelum semuanya terlambat untuk dilakukan.





loading...

close ini