Nasehat Sufi: Fokuslah Menuju Allah Layaknya Seorang Penunggang Kuda




KabarMakkah.Com – Nasehat Sufi seringkali memberikan pencerahan bagaimana bersikap dalam kehidupan yang fana ini. Kewajiban seorang muslim memang menghambakan diri kepada Allah dengan memenuhi segala apa yang diperintahkanNya dan menjadikan sunah yang dilakukan Rasulullah sebagai tauladan hidup.

Oleh karenanya, orang yang dikatakan paling dekat dengan Allah adalah mereka yang mampu mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki untuk selalu di jalanNya. Selain itu mereka akan berani mengorbankan apapun yang dimiliki demi mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah.

Nasihat Sufi: Fokuslah Menuju Allah Layaknya Seorang Penunggang Kuda
Ilustrasi
Seorang tasawuf akan fokus untuk mendekatkan diri pada Illahi. Ia akan segera beranjak dan bergegas menuju tujuan yang utama sebagaimana seorang penunggang kuda yang menuju ke suatu tempat.

Syair Muhammad Iqbal telah memahamkan kita bagaimana orang yang menuju Allah haruslah seperti seorang penunggang kuda.

Wahai kawanku, jika sesaat saja engkau lalai
Seribu mil kau semakin jauh dari rumah santai
Sekedar saja kau cabut duri pada paha kudamu
Tiba-tiba iringan pun lenyap dari pandangmu

Sebuah syair yang tak hanya indah, namun juga sarat akan makna dan nasehat ahli sufi. Arti dari syair tersebut memperlihatkan bahwa manusia ibarat penunggang kuda yang tengah tersesat dan tak tahu arah. Ia pun tak mengenal jalan yang akan dituju. Semua serba buntu dan bingung.

Dalam kebuntuan sembari kudanya berjalan dengan gontai, tiba-tiba muncul iringan kuda yang begitu kompak dan bersatu padu. Merekalah orang cerdik yang telah mengetahui jalanan akan dituju. Akan tetapi langkah kuda mereka begitu cepat. Para penunggang kuda itu melarikan kudanya begitu kencang.

Tahu bahwa iringan tersebut akan menjadi jalan petunjuk, ia pun lantas memacu kudanya dengan kencang dan agar tidak tertinggal jauh.

Akan tetapi dalam pengejarannya tetrsebut, sebuah duri menusuk kaki kudanya. Ia hentikan dan mencabut duri kecil tersebut. Padahal duri sekecil itu tidak menjadikan kuda tunggangannya lemah ataupun kesakitan. Namun ia tetap mencabutnya.

Ketika telah selesai, ternyata iring-iringan kuda yang diikutinya sudah terlampau jauh dan bahkan hilang dari pandangan.

Sebuah nasehat bagaimana seseorang harus fokus dan berusaha mempertahankan fokusnya meski ada halang rintang yang dilalui.

Syeikh Abu Fattah Abu Ghuddah menuturkan penjelasan syair tersebut dengan ucapan, “Tidaklah patut bagi siapa saja yang sedang berupaya mencapai suatu tujuan untuk memalingkan fokusnya dari tujuan itu, kendati dia harus menghadapi berbagai aral melintang yang menghalangi jalannya.”

Oleh karenanya, wajib bagi kita semua untuk fokus dan melakukan segala yang telah diperintah oleh Allah dan dianjurkan oleh Rasulullah. Jangan sedikit pun berpaling dan tergoda dengan hawa nafsu maupun bisikan setan yang menyesatkan.

Wallahu A’lam