Kebutuhan Biologis Kini Jadi Trend Penyebab Rumah Tangga Bubar Jalan




Kebutuhan Biologis Kini Jadi Trend Penyebab Rumah Tangga Bubar Jalan │ Ada faktor penyebab baru yang meramaikan bubarnya rumah tangga pasangan suami istri akhir-akhir ini. Faktor penyebab itu adalah menurunnya vit4litas s3ksual suami yang menyebabkan istri menuntut cerai. Hal ini seperti yang dikatakan oleh kepala bagian Humas Pengadilan Agama Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Marwoto.


Kebutuhan Biologis Kini Jadi Trend Penyebab Rumah Tangga Bubar Jalan

“Ini menjadi trend baru dalam kasus gugatan cerai sejak 3 tahun terakhir”. Ungkap Marwoto.

“Pada tahun 2013, hakim tidak menemukan kasus perceraian akibat vitalitas suami yang menurun. Baru pada tahun 2014 terjadi 3 kasus dan meningkat menjadi diatas 5 kasus pada tahun 2015”. Sambungnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa para suami yang mengalami masalah vitalitas itu bukanlah pengangguran. Bahkan mereka sudah memiliki jabatan yang tinggi dan mapan dari segi ekonomi. Jadi masalah utama perceraian itu memang jelas dari ketidak-puasan h4srat biologis istri.

Namun permintaan cerai dengan alasan demikian, tidak akan selalu dikabulkan. Pihak pengadilan masih menempuh jalan mengupayakan kesembuhan bagi sang suami. Begitu pula imbauan yang diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten tersebut. Ibu Mafilindati Nuraini mengatakan bahwa pasangan suami istri hendaknya mengingat kembali komitmen mereka dalam membina rumah tangga.

“Bukankah tujuan pernikahan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biologis?” Ungkapnya. Apalagi menurunnya vit4litas suami bukan dari awal pernikahan, sehingga sang istri pernah pula merasakan kepuasan batin dari suaminya. Terlebih jika sudah hadir buah hati yang meramaikan rumah tangga mereka. Hendaknya sang istri yang merasa tidak puas berpikir ulang ratusan kali akan masa depan anak-anaknya.

Di samping itu, menurunnya vit4litas suami bukan tidak mungkin untuk sembuh. Daripada menuntut cerai, bukankah lebih bijak jika para istri membantu kesembuhan suaminya dengan mengupayakan berbagai cara. Hidangkanlah makanan dan minuman sehat bagi sang suami. Makanan dan minuman yang bebas dari bahan-bahan penyedap dan pengawet berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Ajaklah suami untuk berolahraga secara rutin misalnya saja dengan berjalan kaki mengelilingi kompleks tempat tinggal setiap pagi.

Bimbing pula agar suami meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya, seperti begadang hingga larut malam hanya demi nongkrong bersama konco-konconya. Lakukan hal tersebut secara bertahap dengan cara semanis mungkin. Misalnya dengan merajuk manja minta ditemani, hingga suami pun tidak merasa bahwa ia dibatasi ruang geraknya dengan kawan-kawannya.

Sedikit demi sedikit pula, bimbing ia untuk meninggalkan rokok. Sudah jelas terpampang di kemasan rokok, bahwa kandungannya bisa menyebabkan impotensi. Walaupun kebiasaan merokok memang sulit untuk dilepaskan, namun sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin. Hanya satu syarat yang bisa mengeluarkan seseorang dari kebiasaan ini, yakni keinginan yang kuat untuk berhenti.

Lakukanlah secara bertahap dengan cara mengurangi jumlah konsumsi rokok tiap harinya. Jika kemarin mampu menghabiskan 2 bungkus rokok dalam sehari, maka hari ini kurangi 1 atau 2 batang dari keseluruhan jumlah tersebut. Demikian seterusnya, hingga akhirnya mulut yang masam akibat tidak merokok bisa dinetralisir dengan bantuan permen.
Baca Juga: Mencengangkan.. Ini Fakta Perceraian di Indonesia
Perceraian memang sesuatu yang halal, namun ia dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan syaithon akan bersorak kegirangan melihat rumah tangga yang berantakan. Di sisi lain ada anak-anak yang akan menjadi korban perpisahan kedua orang tuanya.

Oleh karenanya niatkanlah berumah tangga hingga maut memisahkan dan carilah solusi bersama dalam menghadapi masalah di dalamnya.






close ini