Kadang, Mulut mengingkari Segarnya Air




Diantara salah satu keajaiban manusia adalah sering kita dapati kelompok manusia yang menjauh ketika kebaikan dibicarakan dan mendekat ketika gosip sedang dibisikkan. Saya tidak tahu apanya yang salah kok responsnya terbalik 180 derajat dengan logika sehat. Apakah memang dalam diri manusia ada kecenderungan suka pada bisik-bisik dan tak suka pada bicara jelas dan mendengar kebenaran? Ah.. sepertinya tidak juga. Yang salah adalah hatinya.. sepertinya hatinya sedang sakit.

Kadang, Mulut mengingkari Segarnya Air


Salah satu bentuk keajaiban manusia lainnya adalah bahwa sebanyak apapun jumlahnya orang yang berbicara tentang kebaikan diri kita, selalu saja orang ajaib tersebut akan membantahnya seratus persen. Sementara itu, jika ada satu orang saja yang berbicara tentang keburukan kita, maka langsung dianggap benar dan dipercaya seratus persen dan tanpa dikomando pun mereka siap siaga untuk menyebarkannya. Apakah memang ada kecenderungan manusia itu lebih suka jika orang lain jatuh dan tercela dan hanya dirinya sendiri saja yang bangkit dan mulia? Ah.. sepertinya tidak juga, kecuali golongan manusia yang hatinya sedang sakit.

Kata sastrawan pengarang qashidah burdah:

"Kadang mata mengingkari indahnya sinar mentari karena sedang sakit mata, Kadang mulut mengingkari segarnya air karena sedang sakit gigi,"

Mulut sehat akan jujur menilai rasa air, mata sehat akan dalam menilai indahnya sinar mentari. Saatnya kita bertanya pada diri kita, bagaimanakah dengan kondisi hati kita saat ini?

Marilah kita berpedoman pada al-Qur'an dan al-hadits untuk mengetahui tanda-tanda sehatnya hati kita. Marilah kita berkaca kepada cermin, melihat sejarah orang-orang shalih seperti yang telah disebutkan dalam tulisan sebelumnya untuk menjadi gambaran awal tentang diri kita.

Banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan demi menjaga hati kita. Saatnya mencari laboratorium hati, dokter spesialis hati, dan sekaligus belajar teknik olahraga hati.





close ini