Gerhana Matahari, Kita Disuruh Shalat Bukan Asyik Melihat!




Fenomena menyedihkan terkait Gerhana Matahari yang sedang booming adalah banyak orang sibuk mencari tahu kapan jadwal gerhana matahari, larangan apa saja ketika terjadi gerhana matahari (seperti ibu hamil disuruh sembunyi dibawah kasur) dan apakah aman jika melihat gerhana matahari tanpa memakai kacamata.

Gerhana Matahari, Kita Disuruh Shalat Bukan Asyik Melihat!


Banyak dari saudara kita sibuk dengan pertanyaan tidak penting diatas, Bahkan mereka tidak mencari tahu apa pesan Nabi saat terjadi gerhana matahari, Apa amalan yang dianjurkan dan apa hikmah dibalik terjadinya gerhana matahari?

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz-Dzariyat: 56)

Dari ayat yang singkat padat makna itu kita bisa memahami bahwa seharusnya apapun yang kita lalui, jalani, alami dan lakukan selalu dalam nuansa ibadah, mendekatkan diri kepada Allah.

Termasuk apa yang akan terjadi hari ini (9/3/2016) -insyaallah- di negara kita Indonesia, yaitu gerhana matahari total yang akan disaksikan oleh banyak daerah dan gerhana sebahagian untuk seluruh wilayah nusantara.

Fenomena alam yang membuktikan ke-Maha Kuasaan Allah itu akan sangat menarik perhatian, hingga sebagian orang ada yang berencana mengadakan acara penyaksiannya dengan semacam perayaan dan pesta.

Namun bagi kita umat Islam lain halnya. Justru di saat itu kita dianjurkan untuk tenggalam dalam khusyu' beribadah. Kita tidak disarankan untuk menonton peristiwa alam yang dahsyat itu.

Banyak ayat yang memerintahkan kita untuk mengamati alam ini. Tapi justru ketika terjadi gerhana kita tidak disuruh untuk menyaksikan. Karena tidak ada manfaatnya, bahkan mungkin justru mendatangkan mudharat. Untuk itu Allah memalingkan kita untuk merenungi hal yang lebih utama. Kita dianjurkan untuk shalat selama peristiwa itu terjadi.

Selaku hamba yang sadar bahwa dia diciptakan hanya untuk mengabdi kepada Penciptanya, maka sudah sepantasnya kita menyibukkan diri dengan apa yang dianjurkan kepada kita ketimbang mengikuti keinginan diri melihat kejadian itu.

Mukmin yang sadar bahwa mengejar kehidupan akhirat yang abadi lebih utama dari pada perkara dunia yang sepele akan menggunakan kesempatan itu untuk melakukan ibadah khusus yang belum tentu akan dia alami sekali seumur hidup.

Menyaksikan gerhana akan menjadi kenangan seumur hidup yang memiliki sensasi tersendiri. Tapi melaksanakan shalat gerhana akan membawa kenangan abadi sampai ke akhirat nanti. Itu pasti!

Baca Juga:




Allah SWT berfirman:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (Adh-Dhuha: 4)

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al-A'la: 17)


Oleh" Ust. Zulfi Akmal (Al-Azhar, Cairo)






close ini