Gara Gara Main Tebak Gambar 'Gerhana Matahari Total', Sang Pencerah Dibully Netizen




Ada ada saja kelakuan seseorang untuk membuktikan secara empiris tentang suatu keyakinan yang diyakininya paling benar. Baru baru ini Website Sang Pencerah, yang mengklaim dirinya sebagai penyebar suara organisasi Muhammadiyah, dibully oleh netizen.

Gara Gara Main Tebak Gambar 'Gerhana Matahari Total', Sang Pencerah Dibully Netizen


Pasalnya, ia mengupload sebuah gambar berisikan perbandingan antara metode hisab dan rukyat 'Gerhana Matahari Total. Website sang Pencerah mengklaim bahwa metode hisab adalah akurat, Seperti dibuktikan dalam 2 gambar yang hasilnya sama ketika gerhana matahari total berlangsung. Namun bukan gambar tersebut yang dipermasalahkan oleh netizen, Tapi ke kata kata pembukanya.

Gerhana Matahari Total itu membuktikan perhitungan hisab akurat dan semua mengakui dan bisa melihat sendiri hari ini
Kalo besok penentuan awal ramadhan dan syawal masih meragukan dan menyalahkan metode hisab berarti kamvungan
Berarti memang bulan itu beredar sesuai manzilahnya, tidak meleset 0,1 detik dr perhitungan hisab, subhanallah



Sontak saja publik heboh dengan kata-kata yang ditulis diatas, terutama 'Kamvungan', Dibawah ini adalah beberapa komentar dari netizen, Sekalipun banyak yang komentar bully tapi ada juga yang mendukungnya, Meski hanya segelintir orang.

"Ya saya setuju, cuma dalam da'wah sebaiknya dihindari hal2 yg sifatnya merendahkan, spt penggunaan kata "kampungan". Saya trmsk pengurus Muhammadiyah, sy termasuk yg mendukung penggunaan hisab, cm tetap yg memutuskan adalah ulil amri atau pemerintah." tulis akun Ibnu Rusyd

"Ibnu g usah ngaku2 pengurus muhammadiyah.. Pak prof yunahar bilang ulil amri dlm pntuan ibadah itu bukan mentri agama.. Jd tdk ad kwjiban soal ibadah harus patuh thdp kputusan menag.. Klo anda tdk patuh maklumat PP Muhammadiyah ya tau diri lah" balas Website Sang Pencerah

"Wahai admin, anda tidak diajarkan akhlaq Islam...? Anda menuduh saya mengaku2. Ya sudah tdk apa2. Lebih baik belajar Iagi deh anda." timpal Ibnu Rusyd

"semangat min... jangan pedulikan orang yang bikin rusuh di grup ini" kata Heri Istanto

"Mhn maaf, bahasanya kurang santun min.. Muhammadiyah selama ini santun menghadapi kritikan bahkan bulian.. Mhn tetap menjaga kesantunan tsb.. Terima kasih" tulis Muhammad Iqbal Ramadhan

"Biasanya orang klo baru belajar dan ilmunya masih sedikit biasanya sombong dan kolot...kalaupun anda benar paling pintarpun tetaplah rendah hati..jangan mengolok2 kaum yang lain krn belum tentu anda lebih baik dari kaum yang diolok2,,," tambah Khaerul Amri

"Menerima nasehat dan memberi nasehat dgn Ahlakul karimah....
Kata-kata kampungan, mendingan dihapus." jelas Muhsin Aziz Alkatiri

"DARI DULU ITULAH KELAKUAN KALIAN, MUSLIM YG AKHLAQNYA MENJIJIKKAN" kata Putra Fajar

Gambar 'Gerhana Matahari Total'
Sumber gambar: Facebook


"di daerah kami nggak ada hujat2an semua saling menghargai, janganlah menyulut emosi....sudah tentram malah nadanya ngomporin..." ungkap Suyatno Mwd

"Untung agama q islam.. Bukan muhamadiyah.. Hehe" tambah Nasrul Fahrizi

"Seberbeda apapun jangan membalas dengan "sindiran"....coba baca kisah2 para ulama bagaimana mereka ketika berbeda dalam berfatwa...

perhitungan tetaplah perhitungan, hanyalah sebatas sebuah hipotesis sampai betul2 dibuktikan...dan itu sudah menjadi kaidah ilmiah

lagian gambar diatas itu membandingkan 2 gambar yang "katanya" sama tanpa memperlihatkan hasil hitungan...

memangnya hisab itu main tebak gambar apa ?....aneh" sindir Al Faruq Zain

"Apakah termasuk untuk Rasulullah kata kampungan itu" tulis Jibran Falah

"Haditsnya jelas, bahwa Nabi dulu menggunakan rukyatul hilal (tidak hisab), shg hisab sbg penyempurna rukyah. Keduanya saling melengkapi. Bukan dipertentangkan. Ini ikhtilaf, dasarnya sama kuat secara tekstual, tapi secara praktikal nabi dulu memakai rukyatul hilal. Yg biasa rukyah jgn dikira tidak bisa hisab, mereka juga punya para astronom yg handal. Tinggal pilih yg mana sesuai selera, ato lebih tepatnya sesuai ormasnya. Wong yg share info ini mungkin juga tidak pernah ikut rukyah, juga ndak ngerti ilmu hisab. Wallahu a'lam." ungkap Makhdum Muhammad Makhdum

"Ini gambar juga tidak jelas lo.. Dari titik dari bumi mana gambar ini diambil apakah kedua parameter sama? bagaimana anda menyimpulkan hasil prediksi sama 100% dari kenyataan yg terjadi? mohon dijelaskan parameter2nya nanti baru bisa dikomentari selanjutnya" kata Danial Fatchurrahman

"Lha mbok kalo mbuat statemen yang santun...
Kesannya sombong... Merasa paling benar... " kata Agus

"Dan bagaimana dengan kaitannya dengan hadits bahwa hari raya adalah dimana orang - orang berhari raya?

Jika terbukti hisab tepat, alhamdulillah itu bagus. Tapi keputusan ulil 'amri dan saudara-saudara kita jangan dikesampingkan begitu saja, karena mereka juga mengacu kepada dalil, dan bahkan qarinahnya terhadap dalil lebih kuat dari berbagai sisi" tambah Wahyu Ilahi

"Hisab kita pake, tapi keputusan final di ru'yat. Motivasinya adalah ikut sunnah nabi dalam menentukan hilal, mau bilang metode ru'yat kuno dan kampungan itu urusan anda dan tuhan yg telah mengutus rasulnya.., sunnah kok di bilang kampungan??" tulis Iwan Abdurrahman