Cara Nabi Muhammad Menerima Wahyu Dari Allah




KabarMakkah.Com – Cara Nabi Muhammad menerima wahyu bukanlah hanya lewat perantaraan malaikat Jibril saja. Pemberian wahyu oleh Allah dilakukan dengan cara yang beragam seperti yang dijelaskan oleh Prof MM Al-A’zami dalam bukunya The History of The Quranic Text dimana dalam buku tersebut, ia menyebutkan bahwa penerimaan wahyu yang dialami oleh Rasulullah jauh berada di luar jangkauan manusia.

Wahyu sendiri merupakan perkataan Allah yang telah ditentukan dan tersimpan dalam Lauh Mahfudz. Wahyu inilah yang menjadi cikal bakal Al Quran dimana dalam setiap isinya merupakan mukjizat yang tidak diragukan lagi kebenarannya.

Begini Cara Nabi Muhammad Menerima Wahyu Dari Allah

Wahyu dari Allah sendiri diturunkan secara bertahap dan tidak sekaligus. Setiap wahyu yang turun akan bersamaan dengan suatu kejadian yang jika dalam bahasa keilmuan disebut Asbabun Nuzul (sebab turunnya suatu ayat atau wahyu).

Wahyu-wahyu tersebut diterima oleh Rasulullah dalam berbagai cara dan berikut adalah cara penerimaan Rasulullah tersebut.

1. Seperti Bunyi Lonceng Yang Sangat Keras

Banyak yang mengira bahwa cara Rasulullah menerima wahyu hanyalah dari perantaraan malaikat Jibril saja. Namun ternyata Rasulullah juga menerima wahyu dalam bentuk seperti bunyi lonceng yang sangat keras. Keterangan ini berasal dari percakapan antara Rasulullah dengan Al Harist bin Hisyam.

Al Harist bin Hisyam bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah wahyu itu sampai kepadamu?” Beliau menjawab, “Kadang-kadang seperti bunyi lonceng. Dan itu sesuatu yang paling dahsyat yang sampai kepadaku, kemudian lenyap dan aku dapat mengulang apa yang dikatakan.”

Wallahu A’lam seperti apa bunyi lonceng tersebut sehingga dengannya, Rasul dapat mengucapkan wahyu Allah dengan sangat baik.

2. Malaikat Jibril Datang Dengan Menyerupai Manusia

Dalam kelanjutan percakapan diatas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata,

“Kadang-kadang malaikat hadir dalam jelmaan manusia dan berkata kepadaku dan aku dapat memahami apa yang dikatakannya.”

Malaikat Jibril memang sering menyerupai manusia dengan bentuk yang sebagus-bagusnya. Dengan begitu, ia pun dapat memberikan pengajaran kepada para sahabat yang lain.

3. Malaikat Jibril Datang Dengan Wujud Asli

Wahyu pertama yang diterima Rasulullah disampaikan oleh malaikat Jibril dalam wujud yang asli sehingga membuat Nabi saat itu ketakutan. Malaikat Jibril menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca, Iqra!! Namun Rasulullah hanya terdiam ketakutan. Jibril pun langsung memasukkan kalimat yang menjadi wahyu pertama tersebut dalam hati Rasul. Alhasil Rasulullah dapat membacanya.

4. Kedinginan Dan Dahi Penuh Keringat

Keterangan yang memuat tentang kisah ini diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu’Anha.

“Sungguh aku pernah melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat turun wahyu padanya. Pada hari itu beliau merasa kedinginan sebelum wahyu berhenti dan dahinya penuh keringat.”

5. Wajah Seketika Memerah Dan Kembali Normal

Diceritakan bahwa sahabat Ya’la ingin sekali melihat bagaimana keadaan Rasul ketika menerima wahyu. Keinginan tersebut disampaikannya kepada sahabat Umar dan suatu hari Umar pun memanggilnya. Ia menyaksikan Rasulullah wajahnya memerah disertai nafas yang tersengal-sengal. Setelah itu kondisi Rasul kembali normal.

6. Datang Secara Tiba-Tiba

Wahyu yang turun kepada Rasulullah datang secara tiba-tiba ketika sedang berbicara kepada manusia lain. Seperti kisah Ibnu Ummi maktum yang keberatan untuk berjihad dikarenakan kebutaan. Rasul pun langsung mendapatkan wahyu yang masuk dalam hatinya.

7. Turun Setelah Kejadian

Banyak yang menyangka bahwa wahyu yang turun biasanya sebelum terjadi sesuatu. Namun ternyata anggapan tersebut salah. Rasulullah pernah menerima wahyu setelah kejadian sudah terjadi.

Saat itu istri Rasulullah yakni Aisyah tertimpa fitnah. Ia dituduh telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dengan salah seorang sahabat. Rasul pun menjadi sangat sedih atas kejadian tersebut dan turunlah wahyu Allah berupa Surat An Nur ayat 16.

Demikian cara Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah. Sudah selayaknya kita imani karena Allah berkuasa atas apa yang telah Ia ciptakan dan tetapkan.

Wallahu A’lam





loading...

close ini