Beginilah Cara Rasulullah Menjawab Wanita Yang Bernadzar Menyembelih Unta Rasul




Beginilah Cara Rasulullah Menjawab Wanita Yang Bernadzar Menyembelih Unta Rasul │ Dalam suatu riwayat Rasulullah memiliki seekor unta yang sangat ia sayangi. Beliau memberinya nama Al Adhaba. Ketika digembalakan di suatu padang rumput, sejumlah musyrikin menyerbu dan membwa lari Al Adhaba serta beberapa unta lainnya. Selain itu, kaum musyrikin juga menawan seorang wanita muslimah yang sedang menggembala hewan ternak tersebut.

Dalam perjalanan untuk menuju daerah asalnya, mereka singgah di suatu rumah dan membiarkan unta-unta tersebut diam di luar sembari mencari makan. Pun begitu juga dengan Al Adhaba.

Beginilah Cara Rasulullah Menjawab Wanita Yang Bernadzar Menyembelih Untanya

Ketika malam tengah larut dan kaum musyrikin tertidur dengan lelapnya, wanita muslimah yang ditahan tersebut berusaha keluar dari rumah penyekapan dengan cara mengendap-endap. Ia pun berpikir bagaimana agar bisa segera jauh dari kawanan tersebut tanpa bisa dikejar. Terpikirlah olehnya untuk menggunakan kendaraan yang tak lain unta-unta yang juga dibawa oleh musyrikin tersebut.

Ketika muslimah itu mendekati kawanan unta, hampir semua unta yang dihampirinya mengeluarkan suara. “Jika dipaksakan, tentu unta-unta ini akan semakin keras suaranya.” Pikirnya.

Hingga sampailah ia dengan unta bernama Al Adhaba. Ternyata ketika didekati, unta tersebut diam saja dan tidak mengeluarkan suara. Muslimah itu pun kemudian memilih Al Adhaba sebagai tunggangannya untuk menuju kota Madinah.

Ketika dalam perjalanan pulang, ia bernadzar bahwa jika ia selamat hingga rumah, ia akan menyembelih unta tersebut. Dan setibanya di Madinah, seseorang mengetahui bahwa unta yang dibawa oleh muslimah tersebut adalah Al Adhaba, unta Rasulullah.

Betapa terkejutnya muslimah tersebut karena tidak tahu bahwa itu adalah unta Rasulullah. Selain itu ia juga bingung karena sudah terlanjur untuk bernadzar akan menyembelih unta tersebut. Maka dengan perasaan bingung bercampur takut, ia pun memberanikan diri menghadap pada Rasulullah dan mengutarakan tentang nadzarnya.

Maka ketika Rasulullah mendengar ucapan dari muslimah tersebut, beliau lantas berkata, “Malang benar jika engkau menyembelih unta ini.” Ini karena muslimah itu telah diselamatkan oleh Allah lewat perantaraan unta tersebut dan anehnya ketika pulang justru akan ia sembelih.

Kemudian Rasulullah memberikan keterangan berkaitan dengan nadzar. Beliau berucap, “Nadzar tidak perlu dipenuhi jika bertujuan bermaksiat kepada Allah atau di luar kemampuan manusia.”
Baca Juga: Hati-Hati Bersumpah ‘Demi Allah Demi Rasulullah’!
Dengan demikian, pembelajaran bagi kita semua adalah jika memang kita telah bernadzar untuk melakukan sesuatu namun perkara itu justru membuat penyesalan ataupun merupakan bentuk kemaksiatan kepada Allah, maka kita bisa membatalkannya dan tidak menjadi sebuah dosa.

Wallahu A’lam






close ini