Begini 2 Cara Membersihkan Hati Yang Diajarkan Nabi




Begini 2 Cara Membersihkan Hati Yang Diajarkan Nabi

Begini 2 Cara Membersihkan Hati Yang Diajarkan Nabi


Suatu kali Umar bin Abdul Aziz menangis. Ketika itu ia masih anak-anak.

Lalu ibunya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

Dia menjawab: “Aku ingat kematian”.

Mendengar jawaban itu ibunya pun ikut menangis.

Lalu, kita yang sudah berumur puluhan tahun sudah pernahkah menangis ketika mengingat kematian?

Allah SWT berfirman:

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (QS. Qaf: 20)

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS.  Al Jumu’ah: 8)

Rasulullah SAW bersabda:

إن هذه القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد إذا أصابه الماء . قيل : يا رسول الله وما جلاؤها ؟ قال :  كثرة ذكر الموت وتلاوة القرآن 

Sesungguhnya hati ini berkarat seperti besi berkarat bila kena air”. Shahabat bertanya: “Ya Rasulallah, apa yang bisa memebersihkannya kembali?” Beliau menjawab: “Banyak-banyak mengingat kematian dan tilawah al Qur’an”. (HR. Baihaqi)

Sahabatku, Sesungguhnya hati ibarat raja. Kebaikan seluruh diri kita bergantung kepada kebaikan hatinya. Jika hatinya baik, maka baik pula seluruh diri kita. Namun, jika hati kita jelek, maka demikian pula seluruh diri kita. Demikianlah yang Rosululloh Saw. ajarkan.

Kita seringkali merasa khawatir jika kendaraan kita kotor. Ada satu kotoran saja di kaca atau body kendaraan kita maka kita bergegas membersihkannya. Kita juga suka merasa risih jika ada noda pada pakaian kita sehingga bergegas kita mengganti dengan pakaian yang bersih dan mencuci pakaian yang terkena noda. Namun pertanyaannya, apakah kita sebergegas itu untuk membersihkan hati kita?

Padahal dalam satu hari saja betapa sering hati kita terkena noda. Bisa disebabkan oleh rasa iri dengki, atau cipratan noda kesombongan, atau noda buruk sangka, atau karena sebab-sebab lainnya. Jika noda-noda itu dibiarkan maka dalam satu hari saja betapa kumalnya hati kita ini. Dan, jika semakin dibiarkan maka noda-noda itu akan semakin tebal sehingga membuat hati sulit lagi untuk peka menangkap nasihat kebenaran dan kebaikan. Semoga kita selamat dari keadaan yang demikian. Aamiin

Baca Juga: Subhanallah, Buah Dari Kebeningan Hati

Maka dari itu, marilah kita untuk senantiasa memperbanyak mengingat kematian dan membaca al Qur'an, senantiasa bergegas, bersegera dalam beristighfar dan bertaubat, memohon ampun kepada Allah SWT agar hati kita senantiasa kembali bersih setelah terkena noda. Agar setiap hati kita tertimpa satu titik noktah dosa, ia kembali bersih. Karena hanya hati yang bersih (qolbun saliim) yang akan mudah mendapat hidayah Allah SWT dan hanya orang-orang dengan hati yang bersih yang akan kembali kepada Allah SWT dalam keselamatan.