4 Nasehat Cara Menundukkan Pandangan Yang Efektif




KabarMakkah.Com – Ketidaktahuan cara menundukkan pandangan membuat manusia terus mengulangi dan mengulanginya lagi. Karenanya Allah memasukkannya dalam perkara yang amat besar dan memperingatkannya dalam Al Quran. Tak hanya itu saja karena Rasulullah dan para sahabatnya juga menjadikan perkara ini teramat berat dan mampu menjadi sebuah awal bagi dosa yang lainnya.

Namun meski sulit dan berliku, Rasulullah telah memberikan cara menundukkan pandangan yang bisa kita amalkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih lagi jika meresapi nasehat tersebut, maka akan muncul sebuah kekuatan yang mampu menundukkan pandangan.

4 Nasehat Cara Menundukkan Pandangan Dari Rasulullah Dan Para Sahabat

Berikut ini adalah cara menundukkan pandangan secara pemahaman dan bukan berupa metode gerak tubuh karena gerak tubuh semuanya pun telah mengetahui dan tetap bisa memunculkan niat untuk melakukan pandangan lagi. Sementara jika sudah mengenai pada pemahaman, maka insyaallah kita mampu menjaga pandangan dari sesuatu yang telah Allah larang secara istiqomah.
“PANDANGAN ADALAH SALAH SATU PANAH IBLIS. BARANG SIAPA YANG TIDAK MEMANDANG KARENA TAKUT KEPADA ALLAH, NISCAYA DIA AZZA WA JALLA MENGANUGERAHINYA IMAN YANG TERASA MANIS DI DALAM HATINYA.”
Keutamaan menundukkan pandangan ini telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada salah seorang sahabatnya yakni Hudzaifah bin Yaman Radhiyallahu ‘Anhu. Hadist atau perkataan tersebut telah diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dalam al Mustadrak.
“SIAPA SAJA YANG MENUNDUKKAN PANDANGANNYA DARI OBJEK YANG DIHARAMKAN, NISCAYA ALLAH TA’ALA MENIKAHKANNYA DENGAN BIDADARI MANA PUN YANG DIA SUKAI. DAN BARANG SIAPA YANG MENGINTIP DARI ATAS RUMAH ORANG-ORANG, NISCAYA ALLAH TA’ALA MEMBANGKITKANNYA DI HARI KIAMAT SEBAGAI ORANG YANG BUTA.”
Salah satu sahabat Abu Darda Al Anshari Radhiyallahu ‘Anhu telah memeberikan kata-kata tersebut untuk menunjukkan kepada umat Islam bagaimana cara menundukkan pandangan menurut Islam.
“HAI KAU! TUNDUKKANLAH PANDANGANMU. KARENA AKU PERNAH DIBERI TAHU, SETIAP ORANG AKAN DITANYA TENTANG PANDANGANNYA YANG BERLEBIHAN; JUGA AKAN DIBERIKAN PERTANYAAN TERKAIT PERBUATANNYA YANG BERLEBIHAN.”
Ketika melihat seseorang yang tidak menundukkan pandangannya kepada yang bukan mahram, sahabat Daud Ath Tha’i dengan tegas menasehati dan memperingatkan orang tersebut dengan pernyataan tersebut. Apa jadinya jika seorang Daud Ath Tha’i melihat yang telah umat Islam lakukan kini dimana pandangan sudah tidak bisa dijaga?
‘WAHAI ALI, JANGANLAH SUSUL PANDANGANMU DENGAN PANDANGAN BERIKUTNYA. KARENA HAKMU ADALAH PANDANGAN YANG PERTAMA. SEDANGKAN YANG KEDUA BUKANLAH HAKMU.”
Sebuah nasehat yang bijak namun mengena ini telah disabdakan oleh Rasulullah kepada sahabat Ali bin Abi Thalib dimana Ali adalah seorang menantu, sepupu dan sekaligus sahabat Rasulullah. Hadist yang masyhur ini telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi.

Maksud dari pandangan yang pertama dalam hadist tersebut adalah pandangan yang memang tidak disengaja atau tidak bermaksud untuk melihat sehingga tidak ada dosa terhadap pandangan jenis ini. Sementara makna dari pandangan kedua merupakan pandangan yang telah Allah haramkan bagi pelakunya. Sebuah pandangan yang disengaja dan memperturutkan hawa nafsu.

Semoga kata ataupun nasehat dari Rasulullah dan para sahabat tentang cara menundukkan pandangan ini bisa menjadikan diri kita tersadar sebagai umat Islam untuk mengikuti dan mencontohnya. Dengan demikian kita pun akan terselamatkan baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu A’lam