Masyaallah, Pria Ini Rela Tidur Di Dinginnya Gurun Malam Demi Seekor Anjing




KabarMakkah.Com - Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang menebarkan kasih sayang. Kasih sayang yang ditebar bukan hanya untuk sesama manusia, namun untuk seluruh makhluk Allah lainnya. Terkait hal itu, ada sebuah kisah menyentuh yang dilakukan seorang pria yang rela mengalah tidur di dinginnya gurun malam demi seekor anjing.

Pondok tempat tinggal pria itu memang tak berpintu. Toh tak ada barang berharga yang harus dikhawatirkannya takut dicuri orang. Pada suatu hari, ia harus pergi ke daerah Hijaz untuk menyelesaikan sebuah keperluan. Maka berangkatlah ia ke daerah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya itu.

Masyaallah, Pria Ini Rela Tidur Di Dinginnya Gurun Malam Demi Seekor Anjing
Ilustrasi
Setelah urusannya selesai, ia pun kembali pulang dengan kondisi yang begitu lelah dan ingin segera beristirahat. Namun ketika ia melihat ke dalam pondoknya, ternyata telah ada seekor anjing yang melahirkan anaknya. Kondisi anjing itu begitu lemah hingga ia tak tega untuk mengusir makhluk Allah itu.

Maka ia hanya bisa bolak-balik mengintip ke dalam pondok dengan harapan anjing tersebut segera pergi dan membawa anak-anaknya. Namun hingga petang menjelang, tidak ada tanda-tanda bahwa anjing tersebut akan meninggalkan pondoknya. Karena hari semakin larut, ia pun akhirnya rela tidur di luar pondok, berselimutkan dinginnya hawa gurun yang begitu menggigit.

Siapakah laki-laki yang rela berkorban hanya demi seekor anjing tersebut?

Dia adalah Abu Abdullah Muhammad ibnu Ali ibnu Al Hakim At Tirmidzi salah seorang ahli Ibadah dan ahli Ilmu yang karya-karyanya banyak mempengaruhi imam-imam besar dunia. Hadist-hadist shahih yang diriwayatkannya pun banyak dipakai sebagai referensi dan pedoman hidup banyak orang.

Ketika At Tirmidzi tengah menahan dinginnya angin gurun yang menusuk tulang, datanglah seorang ulama besar sesamanya yang sama-sama aktif mengajar ilmu agama. Namun walaupun bergerak dalam bidang yang sama, ulama tersebut tidak ‘suka’ dengan gaya pengajaran At Tirmidzi. Maka apa pun yang dilakukan At Tirmidzi selalu dikritiknya. Bahkan kritikannya bukan hanya berkutat dalam bidang agama namun sudah menyangkut hal-hal pribadi At tirmidzi.

Melihat kondisi At Tirmidzi yang rela berkorban tidur di dinginnya malam demi seekor anjing, terenyuhlah hatinya. Ia baru sadar bahwa orang yang selalu dikritiknya selama ini begitu pengasih. Sedangkan intisari Islam memang mengajarkan untuk berkasih sayang pada sesama mahkluk. Jika pada seekor anjing saja orang yang selama ini dikritknya begitu pengasih, maka ini merupakan bukti nyata ruh Islam yang sangat kuat ada pada dirinya.

Akhirnya ia meminta maaf kepada At Tirmidzi. Sejak saat itu, ia pun mengabdikan hidupnya untuk membantu dan berguru pada At Tirmidzi. Ia telah menemukan orang yang betul-betul mengikuti akhlak Rasulullah dalam memperlakukan sesama mahkluk Allah.

Maka siapa lagi yang berhak ia ikuti selain orang tersebut. Orang yang rela tidur di dinginnya gurun malam hanya demi seekor anjing.

Wallahu A’lam





loading...