Karena Di PHK, Lelaki Ini Sukses Menghamili Istrinya. Lho Kok Bisa?




Sore hari, Dalam perjalanan pulang usai bekerja, saya melihat tiga orang sudah uzur sekali duduk di bangku dipan kecil pinggir sungai Jagir yang terkenal dengan dam warisan Belanda itu. Sepertinya mereka adalah suami istri dan seorang tamunya. Pakaiannya sangat jauh di bawah standar sederhana. Namun mereka terlihat kompak tersenyum sambil mengangkat cangkir yang entah berisi teh atau kopi ke ujung bibir mereka. Terlihat bahagia sekali mereka itu.

Karena Di PHK, Lelaki Ini Sukses Menghamili Istrinya. Lho Kok Bisa?


Seperti yang sering diungkap, ternyata untuk bahagia itu tidaklah mahal. Ia hanya mensyaratkan kelapangan dada dan keluasan hati untuk menjalani dan menerima hidup ini apa adanya, Selalu ridha dengan apa yang telah ditetapkan Allah.

Sungguh benar nasehat Rasulullah kepada sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Jika ingin kaya dan bahagia maka qanaahlah yang dibutuhkan. Berdasarkan nasehat Rasul, mari sekarang kita coba tersenyum dan ucapkan alhamdulillah serta ucapkan terima kasih kepada orang yang ada di samping kita. Perhatikan perubahan suasana hati kita dan suasana hati orang di sekitar kita.

Suatu ketika, Ada seorang suami yang datang kepada saya mengeluhkan sikap isterinya yang jarang sekali bersahabat semenjak dia di-PHK dari tempat kerjanya. Saya sampaikan saran agar dia membiasakan senyum dan bersyukur, termasuk bersyukur memiliki isteri yang masih mau menjadi pendamping. "Berterimakasihlah kepada isterimu minimum setiap selesai makan." Itu saran saya.

Tiga bulan kemudian suami isteri ini senyum-senyum datang ke rumah. Isterinya berkata: "Mohon doa kyai, Alhamdulillah saya bisa hamil, barokahnya suami sering ada di rumah. Kami sudah lama mendambakan hadirnya si buah hati setelah setahun menikah. Tapi suami saya mungkin terlalu sibuk kerja jadi gak jadi-jadi. Setelah lama ada di rumah tidak kerja kecuali pekerjaan rumah tangga, alhamdulillah suami bisa menghamili. Barokahnya PHK." terangnya bahagia.

Sahabatku, Keberkahan kadang datang melalui sesuatu yang awalnya kita keluhkan. Ini bukan kesimpulan agar kita mengeluh dulu biar barokah, melainkan malulah jika harus mengeluh karena bisa jadi itulah jalan bahagia.

Apa yang Kita Keluhkan Kadang Menjadi Keberkahan





loading...

close ini