Ternyata Begini Kronologi (Bukan) Pasien BPJS Yang Meninggal di RS. MISI Lebak

Diposting pada

Setelah ditelurusi oleh Pihak BPJS Kabupaten Lebak, Ternyata informasi yang kemarin diterbitkan tentang berita “Administrasi Pasien BPJS Dipersulit, Bocah Tak Berdosa Ini Akhirnya Meninggal Dunia”, adalah berita bohong dan Pihak BPJS Lebak telah mengirimkan kronologis kejadian tersebut pada kami melalui email.

Kami mengakui ada kesalahan fatal yang kami lakukan kemarin, yaitu mengambil berita dari sumber yang tidak jelas, dari sebuah akun Facebook yang bernama “Robby Marua Nayya” yang beralamati di https://www.facebook.com/profile.php?id=100009924826802. Dan dalam waktu 24 jam setelah kami terbitkan informasi tentang berita bohong tersebut, akun facebook dari Robby langsung dihapus oleh pemiliknya. Asumsi kami, mungkin karena takut jika kabar bohong ini diangkat ke media.

Ternyata Begini Kronologi (Bukan) Pasien BPJS Yang Meninggal di RS. MISI Lebak
Beberapa gambar HOAX yang diupload oleh akun facebook Robby Marua Nayya

Berikut adalah klarifikasi yang disampaikan oleh pihak BPJS dari RS Misi Lebak dan Keluarga pasien Almarhumah Nina Apria :

Pada hari senin (4/01/2016) saya (Sri Wahyuni, kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Lebak) dan Diah Sofiawati (Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Serang) telah medatangi RS Misi Lebak dan bertemu dengan Direktur RS Misi Lebak dr. Michael Koentakoesoema.


Dari dr. Michael Koentakoesoema kami mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 29 Desember 2019 jam 01.40 ada pasien atas nama Nina Apria umur 8 bulan, alamat Kp. Parakan Masjid, desa Nameng RT 003 RW 009 Kec. Nameng Kab. Lebak yang datang ke UGD RS Misi Lebak. Pasien datang diantar oleh kedua orang tuanya dan ditemani oleh Sdr Aris yang merupakan perawat di RS Misi dan bidan Endang dengan kondisi/keluhan menurut orang tua panas tinggi, muntah, mencret dan kejang dari sejak pagi. Menurut informasi keluarga pada tanggal 28 Desember 2015, pasien sudah dibawa berobat di Klinik Hima Husada Bakti dengan keluhan yang sama. Di UGD pasien langsung ditangani oleh dr. Irwan Sofwan dengan diagnosa kejang demam dan GE. Ayah pasien, bapak Saepul oji pun mengurus administasi pendaftaran anaknya dengan status pasien umum bukan pasien dengan jaminan bpjs kesehatan (infom consen terlampir) karena pasien bukan/belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.


Pada jam 02.30 WIB 29 Desember 2015 pasien sudah dipindah ke ruang perawatan anak (Ruang Hyasinta) dan pada jam 05.45 (29/12/2015) pasien dinyatakan meninggal dunia dengan dokter, perawat dan keluarga ada bersamanya.


Pada hari itu juga (4/01/2015) kami mendatangi rumah almarhumah Nina Apria dan bertemu dengan kedua orang tua pasien beserta keluarga lainnya. Dari pertemuan ini kami mendapat informasi dari ayah dan ibu pasien, bapak Saepul Oji dan ibu Lena bahwa mereka sangat terkejut dan sedih dengan pemberitaan tersebut. Karena menurut mereka pemberitaan itu tidak benar dan mereka tidak mengenal pemilik akun facebook Robby Marua Nayya dan bukan keluarga mereka. Terkait foto-foto pasien mereka juga sangat kaget dan sedih karena foto-foto yang diunggah tersebut sebagian adalah foto koleksi pribadi (saat almarhumah Nina masih hidup) dan foto-foto lainnya mereka tidak tahu yang bersangkutan (Robby Marua Nayya) mendapatkan foto tersebut dari mana. Keluarga sangat sedih, mereka sudah cukup sedih dengan kelihangan putri pertama mereka, kemudian orang-orang yang membantu mereka ( saudara Aris, Bidan Endang dan RS Misi) sudah difitnah dan foto-foto putri mereka sudah dieksploitasi oleh orang yang tidak mereka kenal.


Diakhir kunjungan kami pak Oji dan keluarga meminta pemberitaan ini cukup sampai disini karena semua itu tidak benar adanya, supaya mereka dapat hidup tenang kembali dan melupakan kesedihan mereka karena banyak keluarga dan teman kerja yang menanyakan kebenaran berita ini kepada mereka sehingga membuat mereka sedih.

Jadi dari hasil pertemuan kami dengan pihak RS Misi dan keluarga Almarhumah Nina dapat kami simpulkan beberapa hal:

Pasien bukanlah peserta BPJS Kesehatan dan dirumah sakit merupakan pasien umum dengan biaya sendiri.

Terkait isi berita, kebenaran tanggal kejadian, waktu kejadian, nama RS, diagnosa, dan cerita yang sebenarnya, Bapak mungkin bisa menarik kesimpulan sendiri dengan membandingkan informasi yang kami peroleh denganpemberitaan yang sudah beredar.

Untuk menghindari adanya indikasi pencemaran nama baik Institusi, maka kami minta kabarmakkah.com dapat mengklarifikasi kebenaran berita ini dan menyampaikannya kepada seluruh media yang Bapak kelola. Apabila membutuhkan klarifikasi lanjut kami siap membantu termasuk menghubungkan dengan RS Misi dan Keluarga Pasien.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Kepala BPJS Kesehatan Kab. Lebak
Sri Wahyuni, S.Farm. Apt.

Menempuh Upaya

Beberapa upaya yang insya Allah akan kami tempuh sebagai bentuk tanggung jawab dari kesalahan-kesalahan ini, diantaranya:

Membuat pernyataan permintaan maaf secara terbuka pada publik atas kesalahan yang pernah kami buat. Pernyataan permintaan maaf itu saat ini sedang Anda baca. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya pada Pihak Rumah Sakit MISI Kabupaten Lebak dan Pihak Keluarga Almarhumah Nina Apria serta Pihak BPJS Kabupaten Lebak.

Berusaha menghubungi Pihak RS. Misi dan BPJS Lebak untuk meminta maaf.

Mengiklankan postingan permintaan maaf ini melalui Facebook Ads, supaya menjangkau banyak pihak.

Mengajak pada para pembaca dan pihak lainnya yang pernah menjadikan informasi keliru dan kurang tepat di atas sebagai referensi, agar bertaubat, mengistighfari apa yang pernah dilakukan. Mengajak untuk menghapus konten pembohongan publik terkait “Administrasi Pasien BPJS Dipersulit, Bocah Tak Berdosa Ini Akhirnya Meninggal Dunia”

Berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan lainnya di waktu yang akan datang.

Kabarmakkah.com Melakukan Kesalahan

Sebagaimana manusia pada umumnya, Kabarmakkah dikelola oleh banyak penulis yang tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja ataupun tidak.

Bukan maksud membela diri, tapi sudah menjadi rahasia umum bahwa media-media besarpun melakukan kesalahan. Dan bukan berarti hal ini bisa dibenarkan. Salah tetaplah salah. Kabarmakkah berusaha sekeras-kerasnya (mulai hari ini dan seterusnya) untuk tidak lagi melakukan kesalahan.

Saya sangat mengerti akan ada pihak yang masih “belum merasa cukup” atas upaya yang saat ini sedang saya dan tim lakukan, tapi hanya seperti ini yang bisa kami perbuat. Maka dari itu, saya sangat mengharap bantuan dari Anda semua untuk menjadikan Kabarmakkah lebih baik.

Kami berharap kepada semua pembaca Kabarmakkah.com agar ikut menyebarkan informasi ini melalui akun-akun sosmed Anda, segera setelah selesai membaca.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Loading...