ISIS Keluarkan Fatwa Untuk Bunuh 17 Ulama Saudi, Ini Daftarnya




Sebuah berita menghebohkan datang dari kelompok yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) atau sering disebut media Arab dengan nama Daisy/Daesh (Ad-Daulah Al-Islamiyyah fil Iraq wa Asy-Syam).

Beberapa ulama Arab Saudi dalam sebuah pertemuan (Akhbaar24)


Baru-baru ini dikabarkan ISIS telah merilis daftar nama-nama ulama Arab Saudi yang harus dibunuh dan diperangi, yang di antaranya merupakan Mufti Besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh.

Pernyataan ini dituliskan dalam salah satu artikel yang dimuat majalah berbahasa Inggris milik ISIS, Dabiq pada tanggal 19 Januari 2016 lalu. Artikel itu berjudul “Perangilah Pemimpin-pemimpin Kafir.”

Penulis pada artikel tersebut menuduh bahwa sejumlah ulama dan muballigh Arab Saudi telah menjadi agen pemerintah.

Dalam artikel tersebut juga dimuat foto masing-masing ulama yang harus dibunuh, yaitu:

(1) Mufti Besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh,
(2) Imam Masjidil Haram, Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais,
(3) Syaikh Dr. Aid bin Abdullah Al-Qarni,
(4) Syaikh Dr. Shalih bin Awad Al-Mughamisi,
(5) Syaikh Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi,
(6) Syaikh Dr. Saad Asy-Syatsri,
(7) Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Mutlaq,
(8) Syaikh Dr. Salman bin Fahd Al-Audah,
(9) Syaikh Adil Al-Kalbani,
(10) Syaikh Salman An-Nasywan,
(11) Syaikh Muhammad As-Saidi,
(12) Syaikh Said bin Musfir Al-Qahthani,
(13) Syaikh Awad Al-Qarni,
(14) Syaikh Abdullah Alu Syaikh, dan
(15) Syaikh Sulaiman Al-Majid,
(16) Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan,
(17) Syaikh Hatim Auni Asy-Syarif, mantan anggota Majelis Syura Arab Saudi.

Dalam artikel yang dimuat di majalah Dabiq tersebut juga dituliskan ucapan belangsungkawa atas tewasnya sejumlah anggota ISIS yang dieksekusi oleh kerajaan Arab Saudi awal tahun 2016 ini bersama terdakwa terorisme lainnya.

Secara eksplisit, nama-nama anggota ISIS yang dihukum mati juga disebutkan, yaitu Faris Al Syuwail Az-Zahrani, Hammad Al-Humaidi, dan Abdul Aziz Ath-Thuwaili’i.

Menurut anggapan penulis artikel tersebut, Penyebab anggota ISIS dihukum mati adalah para ulama tersebut.

“Para mujahidin itu dieksekusi mati karena telah berjuang untuk menegakkan kalimat tauhid dan jihad. Hal ini sangat didukung oleh para ulama Saudi yang tidak lain adalah agen pemerintah,” tulisnya.

ISIS menganggap bahwa mereka para ulama saudi itu adalah kaki tangan rezim Saud yang sudah dianggap kafir oleh mereka karena “Arab Saudi ikut menjalankan sistem Barat dalam perang melawan mujahidin,” terang artikel tersebut.

Selain itu, penulis artikel ISIS ini juga mengatakan bahwa para 17 ulama saudi yang disebutkan diatas telah kafir dan keluar dari Islam.

“Alasannya, karena mereka taat dan patuh pada sistem negara yang kafir. Mereka memelintir ayat-ayat Al-Quran untuk menipu umat Islam secara umum dalam membela tindakan rezim Al Saud.”

Pihak ISIS juga mengklaim bahwa mereka adalah Ksatria Kekhalifahan di Semenanjung Arab, mereka bahkan mengajak pengikutnya untuk membunuh ulama dan dai tersebut.

“Adalah sebuah kewajiban untuk menumpahkan darah (membunuh) para ulama kerajaan itu sejak mereka keluar dari Islam beberapa tahun yang lalu, dan semenjak mereka mendukung para thagut (yang disembah selain Allah) dalam memerangi Islam. Namun, sekarang alasan untuk memerangi mereka menjadi lebih kuat.”

Menanggapi artikel konyol tersebut, para pengamat dunia politik timur tengah mengatakan, Artikel di majalah Dabiq edisi terbaru tersebut, yang menghasut pengikut ISIS untuk membunuh para ulama dan dai Arab Saudi, Bisa mematahkan semua anggapan yang telah digembar-gemborkan media barat dan pengekornya tentang adanya hubungan antara Arab Saudi dengan ISIS.

Artikel tersebut juga merupakan tamparan yang keras bagi kelompok sekuler, liberal dan syiah yang berusaha menghubung-hubungkan ulama Arab Saudi dengan gerakan ISIS, seperti dikutip dari Islammemo.

Dengan demikian, semakin jelas bahwa ISIS sudah melenceng dari ajaran Islam yang benar.




loading...