Imam Besar FPI dan Ulama PBNU Kompak Ingatkan Waspada Bangkitnya PKI

Diposting pada

Ketua umum FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab baru-baru ini pernah berceramah bahwa kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia) di negara Indonesia bukan isapan jempol.

Habib Rizieq mengingatkan, jika ada orang bicara, omong kosong kalau PKI akan bangkit lagi, ucapan tersebut haruslah diwaspadai.

Imam Besar FPI dan Ulama PBNU Kompak Ingatkan Waspada Bangkitnya PKI
Habib Rizieq bersama Ulama NU / Credit: Lensaindonesia.com

“Itu adalah propaganda untuk menina bobokkan kita agar merasa aman dan tidak waspada terhadap bangkitnya PKI,” tegasnya ketika memberikan ceramah dalam acara Pemaparan dan Penguatan Aswaja di Gedung Gradika, Pasuruan, Kamis (07/01/2016).

“Ini bukan su’udzon, tapi ini firosatul mukminin. Maka wajib bagi kelompok ahlussunnah untuk merapatkan barisan guna menghalau agar PKI tidak bangkit lagi di Indonesia,” tambah Habib seperti dilansir dari Lensa Indonesia.

Dijelaskan oleh Habib, ada sejumlah catatan indikasi kebangkitan PKI.

“Tanda tanda bangkitnya PKI itu diantaranya adalah, pertama, adanya indikasi yang kuat untuk mencabut TAP MPRS No 25 Tahun 1996 tentang pelarangan paham komunis di negara ini. Nah, Kalau ini dicabut, PKI punya peluang bangkit kembali,” ujarnya berapi-api.

Indikasi yang kedua, adalah, Sebelum era reformasi, dunia pendidikan nasional dikenalkan tentang pengkhianatan G 30 S PKI. Itu pelajaran diajarkan dari bangku SD hingga universitas. Sehingga anak-anak kita akan mengetahui tentang sejarah pengkhianatan PKI di Indonesia.

Paska reformasi, kurikulum itu dihapuskan sehingga anak didik kita sekarang banyak yang tidak paham apa itu PKI. Lalu siapa yang berusaha menghapuskan fakta sejarah tersebut? ya mereka-mereka para PKI itu.

Yang ketiga, lanjut Habib, dulu sebelum era reformasi, semua siswa di sekolah dikenalkan film-film dokumenter soal pengkianatan dan pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Indonesia. Kini paska reformasi, film film dokumen penting tentang sejarah gerakan komunis dan pengkianatannya itu sudah tidak lagi dikenalkan kepada semua anak didik di Indonesia.

Dan indikasi yang selanjutnya, dulu untuk menjadi seorang pejabat pos-pos penting di Pemerintahan, ada semacam lembaga penelitian Khusus (Litsus) tentang siapa orang-orang yang akan menjadi bakal calon pejabat atau kepala daerah di Indonesia. Kini setelah lembaga itu dibekukan, banyak anak cucu PKI yang masih berideologi PKI masuk menjadi tokoh politik di Indonesia.

Habib Riziek menyetujui jika anak cucu PKI tidak boleh dikebiri hak sosial dan politiknya, tetapi harus dibuktikan lagi apakah mereka sudah bersih tidak lagi menganut ideologi komunisme.

“Dan sekarang terbukti, kini anak cucu PKI sudah menduduki pos pos penting di pemerintahan, itu adalah fakta yang tidak bisa dielakkan,” tegasnya.

Habib Rizieq mengungkapkan bahwa di Indonesia sekarang ini, ada anak muda mantan aktivis PRD yang dulu mati-matian berhaluan faham komunisme, sekarang dia masuk staf ahli Presiden.

Selain itu, tambah habib, Gerakan kebangkitan PKI ini tidak hanya masuk dalam ranah politik, bahkan juga sudah masuk dalam dunia entertainment melalui film-film. Oleh karenanya, ia menghimbau agar mewaspadai film-film yang bermaksud memutar balikkan fakta sejarah tentang komunisme. Menurutnya, Beberapa film itu, salah satunya adalah film berjudul “Sang Penari, Gie dsb.

Indikasi yang lain, lanjutnya, saat ini ada salah satu partai politik di Indonesia yang terang-terangan bekerja sama dengan partai komunis di China. Namun Habib Rizieq tidak memerinci ihwal partai tersebut.

Yang paling ekstrem, kata Habieb, Komnas Ham dan beberapa LSM mendesak agar Presiden atas nama negara Indonesia meminta maaf kepada PKI.

“Desakan Komnas Ham itu sungguh serius, dan karena itu kita sebagai umat muslim harus menolak Presiden meminta maaf kepada PKI. Kepada sesama muslim saling memafkan itu adalah dianjurkan. Tapi dalam konteks ini, permintaan maaf Presiden pada PKI mewakili sebagai Bangsa Indonesia itu harus ditolak karena yang demikian itu akan berdampak terus kepada pemutarbalikan sejarah.” tandasnya.

Karena yang sesungguhnya terjadi adalah, PKI yang telah melakukan pengkianatan kepada bangsa. PKI yang telah melakukan pembunuhan dan pembantaian kepada kaum muslimin, terutama para Kyai, santri, NU, Ansor dll. Maka jika bangsa ini meminta maaf pada PKI, Maka mereka akan merasa tidak bersalah. jika PKI merasa tidak bersalah, para Kyai itu bisa dituntut oleh PKI dalam pengadilan Ham internasional. Anda mau seperti itu,?” seloroh Habib Rizieq secara bersemangat dan dijawab oleh pendukung “Tidaaak” secara bergemuruh.

Sementara itu, Di tempat yang sama, KH. Hasyim Muzadi, menjelaskan bahwa bangkitnya neo komunisme di Indonesia saat ini memang benar adanya. Ulama yang kini menjadi anggota Wantimpres itu mengungkapkan, bahwa neo komunisme itu kini pusatnya di Belanda.

Menurutnya, eks PKI di belanda hidupnya lebih mapan daripada di Indonesia.

“lebih dari 400 intelektual yang berhaluan komunisme di Belanda. Mereka itulah yang membimbing kader-kader muda dari Indonesia yang berhaluan komunis” tandas Kyai Hasyim.

Mantan Ketua Umum PBNU itu mengingatkan pada anak-anak eks PKI yang kini menempati jabatan penting di pemerintahan agar tidak menuntut lebih.

“Silahkan mereka menikmati yang telah ada. Sekarang mereka sudah bisa menikmati jabatan atau pos pos penting yang dulu tidak bisa diperoleh, namun jangan sekali-kali meminta lebih dari itu. Apalagi meminta negara kita supaya minta maaf kepada PKI atas peristiwa sejarah gerakan PKI itu,” pungkasnya.

Loading...