Entah.. Apa Yang Mereka Sambut

Diposting pada

Pada pukul 00:00 mereka bersorak menghitung waktu mundur, untuk menyambut.. entah apa yang mereka sambut.

Umat islam ikut ikutan meniup terompet.

Padahal Nabi kita yang mulia mengatakan Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.

Seluruh bumi ini berputar bergiliran bermaksiat tanpa henti di malam yang sama. Allahu Rabbi

Malam itu berkumpul menghantarkan keatas maksiat kepada Rabb.

Srigala memangsa perawan muda demi untuk mengatakan cinta tak bermakna.

Bersulang air memabukan, membawa jiwa hilang akal semua.

Yang mereka katakan meriah dengan seruling setan dimana mana.

Sungguh malam itu
Maksiat bukan hanya di satu rumah, tidak di satu kota, bukan juga hanya satu negara.
Malam itu maksiat berkumpul
Di seluruh dunia !

Maka tidak kah kita khawatir bila adzab menghampiri tiba tiba? Tak takutkah kita jika saat itu, ternyata Malaikat Israfil ikut meniupkan terompetnya?

* Dulu pun saat masih jahiliyah, Saya tak pernah melewatkan malam pergantian tahun dengan kemeriahan petasan, jalan-jalan di ibu kota, bahkan meniup terompet sampai pagi. Tapi… itu semua sudah berlalu. Kini saya sudah paham ilmunya, dan saya bagikan kepada sahabat, agar kita sama-sama berhijrah menjadi Muslim yang sebenar-benarnya mencintai perintah Allah Subhanahu Wata’ala.

Awas! Rasulullah Tak Suka Terompet Gaya Yahudi

PERTAMA, terkait dengan masalah terompet, mari kita simak hadis berikut:

Loading...

Dari Abu Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk salat berjemaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, Kibarkanlah bendera ketika waktu salat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu salat. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi. Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, Itu adalah perilaku Nasrani. Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no.498 dan Al-Baihaqi, no.1704)

Setelah menyebutkan hadis di atas, Syaikhul islam mengatakan, “Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau tidak suka dengan terompet gaya yahudi yang ditiup, beliau beralasan, itu adalah kebiasaan Yahudi (Iqtidha Shirat al-Mustaqim, Hal.117 118)

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa terompet termasuk benda yang tidak disukai Nabi shallallahu alaihi wa sallam karena meniru kebiasaan orang Yahudi. Seorang yang mencintai Nabinya shallallahu alaihi wa sallam dan membenci Yahudi tentunya akan lebih memilih petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari pada petunjuk Yahudi yang sesat.

Kedua, Membunyikan Terompet Tahun Baru

Pada tulisan sebelumnya, telah ditegaskan bahwa tahun baru termasuk hari raya orang kafir. Sementara itu, semua orang sadar bahwa membunyikan terompet tahun baru, hakikatnya adalah turut bergembira dan merayakan kedatangan tahun baru.

Dan sikap semacam ini tidak diperbolehkan. Seorang mukmin yang mencintai agamanya, dan membenci ajaran kekafiran akan berusaha menghindarinya semaksimal mungkin.

Dengan demikian, membunyikan terompet di tahun baru berarti melakukan dua pelanggaran; pertama, membunyikan terompet itu sendiri, yang ini merupakan kebiasaan dan ajaran orang Yahudi dan kedua, perbuatan ini termasuk turut memeriahkan hari raya orang kafir.

Allahu alam.

Loading...