Pikiran Sesat Tentang “Rejeki”

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Janganlah memiliki pikiran sesat tentang rejeki yang Allah berikan kepada kita. Bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rezeki kepada kita. Terlebih lagi jika pemikiran tersebut hanya berasal dari pengalaman pribadi dan juga pengamatan tanpa hikmah yang tak memiliki sandaran dalil seperti Al Quran dan Assunnah.

Rezeki Uang

Ini karena dalam kedua sumber dalil tersebut, kita bisa memahami bahwa Allah sangat adil terhadap semua makhlukNya. Bahkan hal yang terkait dengan soal rejeki.

Janganlah berpikir bahwa apa yang kita lakukan tidak diganjar dengan setimpal. Terlebih lagi jika pemikiran kita hanya tertuju bahwa kita kerja setiap hari dari pagi hingga petang namun rezeki hanya segitu-segitu saja tanpa bertambah dan yang ada hanya hutang yang terus bertambah.

Pemikiran yang ada dalam benak orang yang seperti itu akan membuat kita tersesat dan akan berbalas dengan hal yang pasti akan kita sesali. Maukah Anda memiliki uang puluhan juta setiap bulannya namun anggota keluarga ataupun anggota tubuh Anda hilang? Tentu saja tidak mau.

Jangan pula berpikir tentang tetangga kita yang memiliki rejeki yang terus mengalir. Janganlah berkata,


“Enak yah si Fulan… sudah ringan kerjaannya eh rezekinya melimpah ruah”.

Perkataan seperti itu sebenarnya bisa saja untuk memotivasi kita agar giat bekerja serta niat untuk beribadah. Namun hal tersebut sangat sedikit sekali dirasakan oleh orang-orang. Justru yang ada hanya rasa iri dengki dan malah mendoakan agar tetangga tersebut dicabut rezekinya dan dilimpahkan ke kita. Naudzubillahi min dzalik.

Cobalah renungkan dengan penuh keimanan. Apa yang telah terjadi merupakan ketetapan dan kehendak dari Allah. Memangnya siapa kita? Kita bukanlah siapa-siapa di hadapan Allah. Bukankah kita semuanya baik yang diberi rezeki banyak maupun tidak, sama-sama berasal dari satu Pencipta?

Jadi atas dasar apa kita harus iri dan dengki dengan rezeki yang Allah limpahkan pada orang lain.

Cukuplah Allah yang menjadi sebaik-baik pelindung dan pembela.

Loading...