Inilah Ciri-ciri Istri Pembangkang Pada Suami

Diposting pada

Pernikahan yang dibangun oleh pasangan suami istri merupakan sebuah pemersatu agar bisa membina rumah tangga yang mendapat ridha Allah SWT. Di dalamnya terdapat kewajiban dan juga hak yang harus dipenuhi oleh masing-masing pihak.

Istri Pembangkang Pada Suami

Suami menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab akan keimanan dan tingkah laku istrinya. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa saat suami mengucapkan Ijab Qabul, Arsy seakan berguncang karena beratnya perjanjian antara suami dengan Allah.

Namun kondisi tersebut sebagian istri tidak merasakannya. Bahkan diantara mereka ada yang membangkang terhadap suaminya. Kurangnya pemahaman akan agama membuat apa yang dilakukan istri seperti tidak menuruti suami dianggap bukan sebuah pembangkangan. Seperti apa ciri istri pembangkang pada suami sebenarnya? Berikut adalah 5 Ciri Istri Pembangkang Pada Suami.

1. Menolak Ajakan Berhubungan Intim Tanpa Alasan Syar’i

Ciri pertama yang seorang istri harus tahu adalah menolak ajakan suami untuk berhubungan intim tanpa ada alasan syar’i yang mendukung. Ini merupakan suatu pembangkangan. Seorang istri yang tidak mau atau menolak ajakan suami untuk berjima akan dilaknat oleh para malaikat. Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah dalam suatu hadist yang berbunyi “Jika seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjang lantas istri tersebut enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu subuh” (HR Bukhari dan Muslim)

Namun sebenarnya Islam tidak memberatkan dan menyudutkan seorang istri apabila memang ada halangan syar’i yang ada pada diri seorang istri seperti sedang sakit, haid ataupun terlalu lelah untuk berhubungan badan.

2. Pergi Tanpa Izin Suami

Jaman sekarang, izin suami seakan tidak diperlukan oleh seorang istri untuk pergi kemana pun yang ia inginkan seperti bertemu dengan teman ataupun ke tempat lainnya.

Sebenarnya seorang istri yang keluar rumah maka bisa berdampak pada bertemunya ia dengan pria yang bukan mahramnya dan bisa jadi pula bercampurnya antara laki-laki dengan perempuan. Dengan keluarnya istri dari rumah tanpa seizin suami, maka rasa tidak ridho akan muncul dalam benak suami atas apa yang dilakukan sang istri. Hal ini pun merupakan sebuah pembangkangan.

Rasul pun telah memberikan tuntunan kepada para istri agar meminta izin dahulu sebelum pergi keluar rumah.
“Dan janganlah keluar rumah tanpa izin suaminya” (HR Hakim).

Bahkan di jaman sekarang ini lebih dipermudah dengan adanya ponsel dimana istri bisa meminta izin sementara sang suami tengah berada di tempat kerja sehingga jika izin dianggap sebuah keribetan, maka hal tersebut terasa tidak mungkin.

3. Kurangnya Bersyukur Dan Banyak Mengeluh

Manusia memang makhluk yang tak pernah puas dengan apa yang ada. Kondisi ini pula sering dialami oleh seorang istri yang sering mengeluh dan kurang bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada suami dan keluarganya. Bahkan kurangnya rasa bersyukur ini lebih mementingkan urusannya sendiri tanpa melihat dan memperhatikan perasaan suami yang membanting tulang untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi mengeluh ini pun akan berdampak pada hilangnya kebaikan suami di mata istri. Padahal suami telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuat istrinya bahagia. Itulah mengapa neraka akan banyak dihuni oleh kaum wanita dibandingkan dengan kaum pria.

Pernyataan ini telah disampaikan oleh Rasulullah “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita” Rasulullah pun ditanyakan dengan ucapannya tersebut “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka ya Rasulullah?” Beliau menjawab “Disebabkan kekufuran mereka”. Kemudian ada lagi yang bertanya “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab “(tidak melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Membuat Suaminya Bersedih

Tak hanya berkeluh kesah dan kurang bersyukur, namun istri yang membangkang membuat sedih hati suaminya. “Dan jangan membuat hatinya sedih” (HR Hakim). Kesedihan yang dirasakan oleh seorang suami dari istrinya bisa jadi karena banyaknya tuntutan istri, menginginkan sesuatu yang suami tidak mampu membelinya hingga meremehkan atau merendahkan martabat suami. Menghianati suami pun menjadi faktor seorang istri disebut pembangkang.

5. Membelanjakan Harta Suami Pada Sesuatu Yang Tidak Disukainya

Ciri yang terakhir adalah membelanjakan harta yang dititipkan suami pada sesuatu yang tidak disukai suaminya. Apalagi saat kondisi telah dilanda krisis ekonomi. Tentunya seorang istri harus mampu mengatur keuangan agar hidup berumah tangga bisa menjadi lebih baik dan tidak saling merugikan.

Apakah menyedekahkan harta suami merupakan sebuah pembangkangan? Meskipun merupakan sebuah kebaikan, sedekah tanpa seizin suami tetap tidak dibenarkan. Jika memang tetap berniat untuk bersedekah, maka separuh pahalanya akan diberikan pada suaminya.

“Setiap infaq yang ia keluarkan tanpa ijin suaminya, maka separuh pahalanya diberikan kepada sang suami” (HR Bukhari)

Itulah lima ciri istri yang membangkang pada seorang suami. Oleh karena itu bagi seorang istri, harus mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan haknya dalam berumah tangga agar apa yang dilakukan atau dijalankan mampu membawanya ke surga yang penuh kebahagiaan. Jangan sampai ketidakpahaman tentang sebuah larangan berdampak pada terjerumusnya ia ke neraka yang penuh siksa.

Loading...