Silaturrahim Menag Lukman Ke Sayyid Ahmad, Ini Pesan Sayyid

Diposting pada

Berita Haji – Senandung ilir-ilir menggema di masjid kecil yang berada di Rusaifah, Makkah. “Bocah angon-bocah angon penekno blimbing kuwi,” didendangkan oleh santri dan anggota majelis yang berjumlah kurang lebih 50 orang saat berkumpul usai Salat Maghrib.

Didapuk sebagai tamu kehormatan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin ikut larut dalam suasana spiritual yang terbangun di Masjid pesantren milik Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani. Bibirnya terlihat komat-kamit perlahan menyesapi setiap makna ilir-ilir bersama peserta majelis lainnya.

Berita Haji

Di samping Lukman Hakim duduk bersila Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani dan ulama-ulama antara lain dari Irak, Turki, serta Sudan. Lewat penerjemahnya, Sayyid Ahmad yang merupakan keturunan langsung dari cucu nabi, Sayyidina Hasan menyambut baik silaturahim Menag Lukman Hakim di rumahnya.

“Ini hubungan lama sudah dibina ayahanda. Saya meminta kepada Allah, Indonesia selalu diberi semangat. Kemajuan di semua dimensi,” tuturnya yang diamini peserta majelis pertemuan yang didominasi orang Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan yang biasa dilakukan oleh sang Ayah terhadap semua tamu yang berkunjung, Sayyid Ahmad memberikan hadiah kepada Lukman Hakim. Dia mengalungkan selendang hijau yang indah, sama seperti yang dikenakannya, ke leher Lukman Hakim dan memberi beberapa buku dan rekaman dakwah dalam bentuk VCD.

Pesan Sayid Ahmad

“Di dalam madrasah ini kita belajar adab. Walau ada yang bertentangan dengan kita. Tidak pernah mengkafirkan orang yang bertentangan dengan kita,” tutur keturunan Sayyidina Hasan cucu Rasulullah saw itu, Minggu (20/9/2015).

Berita-Haji

Sayyid Ahmad berpesan agar setiap permasalahan atau perbedaan harus diselesaikan dengan diskusi. Semua orang punya argumentasi yang menjadi dasar baginya mengambil sikap.

“Saya punya dalil, Anda punya dalil. Setelah diskusi tetap saling mencintai,” katanya.

Sayyid Ahmad mengatakan hubungan pesantren miliknya dengan Indonesia sangat baik. Santri-santri pesantren ini banyak yang menjadi tokoh ulama di Indonesia, salah satunya adalah Mbah Maemun Zubair yang berguru pada kakek Sayid Ahmad yakni Sayid  Alawy Al-Maliki.

Kedatangan Lukman Hakim di majlis tersebut disambut hangat Sayyid Ahmad. Menurutnya, sebuah tanda bagus ada seorang pemimpin bertandang ke rumah ulama.

“Dengan kesibukan mereka masih sempat datang. Ini bentuk penghormatan,” sanjungnya.

Lukman Hakim sempat menunggu sekitar 15 menit di dalam Masjid. Sayid Ahmad langsung memeluk Lukman Hakim ketika tiba di Masjid untuk memimpin salat Maghrib.

Sayid Ahmad mempersilakan Lukman untuk salat di saf pertama. Sebagai penghormatan lainnya, dia akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.

“Ini ulama besar punya pengaruh besar . Baik langsung maupun tidak langsung. Islam yang sekarang yang moderat karena pengaruh majelis taklim seperti ini. Kontribusinya cukup besar,” puji Lukman usai bersilaturrahim.

Loading...