Mak Yati Tagih Janji Pemerintah Berangkatkan Haji

Diposting pada

Masih ingat dengan Mak Yati, pemulung di Jakarta yang mengumpulkan uang untuk berkorban dua ekor kambing pada Idul Adha 2012. Karena ketulusannya, Mak Yati mendapat hadiah rumah dari kementerian sosial RI. Dia juga dijanjikan akan diberangkatkan haji oleh pemerintah.

Tapi Mak Yati harus melepas angan-angan untuk dapat pergi haji di tahun 2014 ini seperti yang telah dijanjikan pemerintah.

Mak Yati
Mak Yati 

Mak Yati yang saat ini menjadi petani jagung di kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur, berharap pemerintah masih ingat dan menepati janjinya, meski tahun 2013 lalu pemerintah juga lupa.

Keinginan Mak Yati untuk pergi haji muncul lagi saat musim haji saat ini. Tapi rupanya tidak ada tanda-tanda kalau Mak Yati akan pergi menjalani ibadah haji.

Ditemui di rumah di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Mak Yati mengaku hanya bisa pasrah dan ingin menutut kepada pemerintah agar segera menetapi janjinya untuk memberangkatkan haji.

“Saya pasrah saja, kalau memang sudah takdir harus berangkat haji saya yakin pasti berangkat, meski waktunya bukan tahun ini,” kata Mak Yati.

Suami Mak Yati, Mamam juga tidak merisaukan soal janji pemerintah yang belum ditepati. Yang terpenting saat ini, kebutuhan makam mereka dari menanam jagung dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Kita sudah punya tabungan 7 ekor kambing dari hasil jadi pemulung di Jakarta,” kata Maman.

Mak Yati memang mendadak menjadi sosok tekenal karena dengan keterbatasan ekonomi dia mampu menyisihkan uang untuk membeli kambing dan berkurban.

Aksi Mak Yati mendapat simpatik dari masyarakat luas. Sampai-sampai Menteri Sosial saat itu membangunkan rumah di kampung halaman Mak Yati dan berjanji memberangkatkan haji.

Kini Mak Yati merasa nyaman dan ingin menghabiskan sisa umurnya dengan hidup di desa dan menjauhi kerasnya ibukota. (viva)

Loading...